Resmi Diakui Dunia! Taruna Ikrar: Jangan Lagi Pandang Jamu sebagai Barang Kuno
ilustrasi bahan jamu.
Jakarta, Batamnews – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan, jamu telah mendapat pengakuan dunia sebagai warisan budaya takbenda. Pengakuan itu, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa dunia mengakui kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Taruna pada puncak rangkaian Pekan Hari Jamu Nasional di Jakarta. Kegiatan tersebut diisi dengan fun run dan fun walk yang diikuti sekitar dua ribu peserta.
"Kita ingin mempromosikan jamu bahwa jamu itu bagian dari UNESCO yang telah memberikan penghargaan. Jamu merupakan kekayaan tak benda dan itu adalah pengakuan dunia terhadap kita," ujar Taruna di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.
Baca juga: Rata-rata 19 Hari: Pekerja Singapura Paling Banyak Ambil Cuti Berbayat se-Asia Pasifik
Taruna menjelaskan, Indonesia memiliki sekitar 31 ribu jenis tumbuhan yang tumbuh hanya di Nusantara. Selain itu, tercatat 22 ribu nomor izin edar untuk obat asli Indonesia.
Menurutnya, angka itu menunjukkan betapa besarnya kekayaan hayati yang dimiliki bangsa ini. Ia berharap jumlah produk obat asli Indonesia terus meningkat di masa depan.
Kegiatan itu juga menjadi sarana sosialisasi pola hidup sehat. Masyarakat diajak membiasakan olahraga sekaligus mengenal manfaat jamu. "Dengan jamu, ditambah olahraga, maka hidup ini semakin sehat," ucapnya.
Taruna menekankan pentingnya edukasi tentang jamu kepada generasi muda. Ia meminta masyarakat tidak melupakan warisan turun-temurun itu.
"Jangan lupakan jamu karena jamu adalah warisan yang sangat berharga bagi umat manusia. Jamu memiliki potensi yang sangat besar bagi kesehatan kita," tegasnya.
Ia menilai jamu jangan dipandang sebagai produk kuno yang ditinggalkan zaman. Inovasi diperlukan agar jamu semakin dekat dengan generasi milenial dan generasi alfa. Apalagi, potensi ekonomi jamu sangat besar, mencapai sekitar Rp350 triliun per tahun jika dikelola dengan baik.
"Jamu itu jangan dipikirkan barang kuno, barang klasik yang tidak perlu lagi. Ke depannya luar biasa dan bisa terus berinovasi," kata Taruna.
BPOM, lanjutnya, memiliki program Sapa Jamu dan Sapa UMKM untuk mendukung pelaku usaha. Program itu adalah bagian dari proyek strategis yang memberi perhatian kepada UMKM, sesuai arahan Presiden Prabowo. "Kami diminta untuk memberi perhatian kepada pelaku UMKM," ujarnya.
Taruna optimistis jamu makin dikenal masyarakat dunia lewat kualitas dan standardisasi yang baik. Ia berharap jamu menjadi salah satu identitas Indonesia di tingkat global.
Baca juga: Waspada Flu Singapura pada Anak: Dokter Sebut Virus EV71 Bisa Sebabkan Radang Otak Hingga Kelumpuhan
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Jony Yuwono mengajak semua pihak ikut melestarikan jamu. Menurutnya, para penjual jamu gendong bukan sekadar menjajakan minuman tradisional. "Mereka juga merupakan penjaga identitas bangsa yang harus terus kita dukung," ujar Jony.
Jony mendorong pengembangan jamu dalam berbagai bentuk yang lebih sesuai kebutuhan masyarakat modern, seperti saset, tablet, hingga kosmetik. Ia berharap jamu tak hanya dikenal luas di dalam negeri, tetapi juga hingga ke berbagai belahan dunia.
Komentar Via Facebook :