Minat Baca Rendah di Kepri, Kepala Dispusip: SDM Terancam Tergerus Digital

Minat Baca Rendah di Kepri, Kepala Dispusip: SDM Terancam Tergerus Digital

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadis DPK) Provinsi Kepulauan Riau Moh. Bisri.

Nurjali

Batam, Batamnews — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyebut minat baca masyarakat masih rendah. Padahal akses terhadap buku dan fasilitas perpustakaan terus meningkat.

Kepala Dispusip Kepri, Moh. Bisri, mengatakan kebiasaan membaca belum menjadi budaya. Ia menyebut ini tantangan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Perpustakaan sudah tersedia, buku juga banyak, tetapi minat membaca masih rendah," ujar Bisri saat peringatan World Book Day 2026 di Batam, baru-baru ini, Kamis, 4 Juni 2026.

Baca juga: Hari Ini 4 Juni 2026 Rupiah Jatuh ke Rp18.023, DPR Desak BI dan Pemerintah Segera Bergerak

Kondisi ini, kata dia, kian terasa di tengah pesatnya teknologi informasi. Masyarakat, terutama generasi muda, lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai.

Bisri mengakui pemerintah daerah telah menyediakan gedung perpustakaan yang layak dan koleksi buku yang beragam. Namun fasilitas itu tak dibarengi antusiasme masyarakat untuk membaca.

Secara nasional, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Indonesia masih rendah. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama.

"Literasi adalah fondasi kemajuan bangsa. Dengan membaca, kita tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga melindungi diri dari manipulasi informasi," tegas Bisri.

Ia menambahkan kemampuan literasi yang matang bisa membantu masyarakat memilah informasi yang benar. Ini penting untuk menangkal berita bohong (hoaks) yang marak di media sosial.

Menurut Bisri, keluarga adalah lingkungan pertama membentuk kebiasaan membaca. Ia mendorong orang tua mengenalkan buku sejak dini.

Caranya sederhana sediakan pojok baca keluarga, batasi waktu bermain gawai anak, lalu alihkan dengan membaca buku.

Baca juga: Kasus Jual Beli Titik MBG Rp400 Juta Masuk Tahap Penyidikan, Kejari Batam Terima SPDP

"Budaya membaca harus dimulai dari rumah. Ketika anak-anak terbiasa berinteraksi dengan buku sejak dini, kebiasaan itu akan tumbuh dan menjadi bagian dari gaya hidup mereka," tuturnya.

Pemerintah Provinsi Kepri mengajak seluruh elemen masyarakat keluarga, sekolah, komunitas literasi, hingga dunia usaha bersinergi menggelorakan gerakan gemar membaca. Targetnya lahir generasi yang kritis, cerdas, dan berdaya saing global.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :