Petugas Kewalahan, Warga Pun Tak Sabar: Pengurusan KIA Syarat Sekolah di Batam Membludak
Ratusan warga Kota Batam membludak dan tertahan dalam antrean panjang di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam sejak Selasa pagi (26/5/2026).
Batam, Batamnews— Ratusan warga Kota Batam membludak dan tertahan dalam antrean panjang di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam sejak Selasa pagi (26/5/2026).
Penumpukan massa ini dipicu oleh kebijakan mendadak yang mewajibkan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai syarat utama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP.
Kondisi di lapangan menunjukkan ketidaksiapan sistem pelayanan dinas dalam mengantisipasi lonjakan pemohon. Akibatnya, ketegangan sempat terjadi antara warga yang mulai hilang kesabaran dan petugas yang kewalahan di lokasi.
Petugas Kewalahan Atur Massa
Jumlah pemohon yang mencapai ratusan orang membuat ruang pelayanan Disdukcapil tidak mampu menampung warga. Petugas berulang kali menggunakan pengeras suara untuk menenangkan massa yang terus merangsek maju dan berdesak-desakan.
“Tolong kerja samanya bapak ibu, kami akan panggil. Yang tidak dapat nomor antrean kita tetap akan proses,” teriak seorang petugas di tengah riuhnya ruangan.
Meski ada jaminan semua berkas akan diproses, imbauan tersebut tidak cukup menenangkan warga yang sudah mengantre selama berjam-jam tanpa kepastian.
Pelayanan Tidak Efektif dan Loket Semrawut
Kekesalan warga memuncak karena alur pelayanan dinilai sangat tidak efektif. Salah satu keluhan utama adalah tidak adanya sistem informasi yang jelas setelah berkas ditangan petugas.
"Berkas kami sudah masuk dari tadi, tapi tidak tahu bagaimana kelanjutannya. Kapan kami dipanggil juga tidak jelas," keluh seorang ibu di lokasi dengan nada kecewa.
Ketidakpuasan ini diperparah oleh penataan loket yang semrawut. Tidak ada pemisahan yang tegas antara loket penyerahan berkas baru dan loket pengambilan fisik kartu KIA yang sudah selesai dicetak. Alur yang campur aduk ini membuat para orang tua kebingungan saat nama mereka dipanggil karena tidak tahu harus menuju ke loket yang mana.
Warga Minim Sosialisasi Syarat PPDB
Berdasarkan pengakuan sejumlah warga, mereka terpaksa berdesakan karena baru mengetahui bahwa KIA menjadi syarat wajib mutlak untuk pendaftaran sekolah anak mereka tahun ini. Kurangnya sosialisasi jauh-jauh hari dari pihak terkait membuat warga panik dan menyerbu kantor Disdukcapil secara bersamaan menjelang pembukaan PPDB.
Hingga berita ini diturunkan, antrean warga masih terus mengular di kantor Disdukcapil Batam. Warga berharap ada pembenahan sistem loket secara instan atau perpanjangan waktu pemenuhan berkas agar proses PPDB anak-anak mereka tidak terhambat.

Komentar Via Facebook :