Pegadaian Perkuat Dominasi Layanan Bank Emas, Kelola Ekosistem Emas Capai 145 Ton
PT Pegadaian terus memperkuat posisinya sebagai salah satu penggerak utama transformasi industri keuangan nasional melalui pengembangan layanan Bank Emas (Bullion).
Batam, Batamnews – PT Pegadaian terus memperkuat posisinya sebagai salah satu penggerak utama transformasi industri keuangan nasional melalui pengembangan layanan Bank Emas (Bullion). Langkah ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekosistem bullion domestik serta mendukung agenda strategis Asta Cita.
Dominasi Pegadaian dalam layanan emas tidak hadir secara instan. Selama 125 tahun, perusahaan tersebut membangun ekosistem bisnis emas melalui berbagai inovasi dan pengembangan layanan yang kini menjadi bagian penting dalam perubahan pola investasi masyarakat.
Jika sebelumnya Pegadaian lebih dikenal sebagai lembaga pembiayaan melalui produk gadai, kini perusahaan telah berkembang menjadi pusat ekosistem investasi emas terintegrasi. Beragam layanan yang dihadirkan mencakup Tabungan Emas, Cicil Emas, Gadai Emas, Deposito Emas, hingga perdagangan emas fisik melalui anak usaha PT Pegadaian Galeri 24.
Bahkan sebelum istilah Bank Emas ramai diperbincangkan, Pegadaian telah lebih dahulu menghadirkan produk investasi emas seperti Cicil Emas dan Tabungan Emas. Inovasi tersebut membuka akses investasi emas yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk melalui Tabungan Emas dengan nominal mulai Rp10.000.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, serta fluktuasi pasar keuangan, emas dinilai semakin diminati sebagai instrumen perlindungan nilai atau safe haven. Kondisi ini turut mendorong peningkatan transaksi produk emas Pegadaian.
Sebagai institusi keuangan dengan layanan Bank Emas, Pegadaian menghadirkan empat layanan utama, yakni Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas.
Pemimpin Wilayah Kanwil II Pekanbaru PT Pegadaian, Agus Riyadi, mengatakan tren investasi emas di tengah masyarakat terus menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun.
“Tren investasi emas di masyarakat terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Hingga April 2026, Pegadaian berhasil mengelola ekosistem emas mencapai sekitar 145 ton. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan dan produk emas Pegadaian,” ujar Agus Riyadi.
Ia menjelaskan, Tabungan Emas juga mengalami pertumbuhan signifikan dengan total kelolaan lebih dari 20 ton atau setara valuasi di atas Rp51 triliun.
Selain itu, produk Cicil Emas mencatat peningkatan outstanding loan sebesar 152,79 persen secara year on year menjadi Rp13,85 triliun.
“Capaian ini semakin memperkuat posisi Pegadaian sebagai perusahaan jasa keuangan yang mampu menghadirkan solusi investasi emas yang aman, mudah dijangkau, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” lanjutnya.
Penguatan layanan Bank Emas tersebut juga ditopang oleh jaringan fisik Pegadaian yang mencapai lebih dari 4.000 outlet, fasilitas ruang penyimpanan (vault) berstandar internasional, sistem distribusi emas nasional, serta pencatatan aset emas fisik dan digital dengan jaminan underlying asset 1:1.
Di sisi digital, Pegadaian juga menghadirkan aplikasi Tring! by Pegadaian sebagai platform terpadu yang mendukung seluruh layanan ekosistem emas perusahaan.
Melalui penguatan layanan Bank Emas, Pegadaian menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem bullion yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan nilai tambah di dalam negeri serta menyukseskan visi besar penguatan industri emas nasional.
Komentar Via Facebook :