5.454 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan, Botasupal Kepri: "Rupiah Harus Berdaulat"

5.454 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan, Botasupal Kepri: "Rupiah Harus Berdaulat"

Botasupal (Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu).

Nurjali

Batam, Batamnews – Sebanyak 5.454 lembar uang Rupiah palsu akhirnya musnah. Hari Kamis itu, di dalam Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, sebuah mesin pencacah bekerja keras. 

Kertas-kertas yang menyerupai uang itu masuk, lalu keluar sebagai serpihan kecil tak berwujud. Itulah akhir perjalanan puluhan rim uang palsu yang dikumpulkan sejak November 2022 hingga Desember 2025. 

Ada yang berasal dari hasil pengolahan uang perbankan, ada pula yang ditemukan langsung oleh masyarakat di pasar-pasar di Kepri.

Baca juga: Zarubezhneft Siap Lanjutkan Proyek Blok Tuna di Laut Natuna Juni 2026

"Ini komitmen kami," ujar Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto P., di tengah ruangan yang dipenuhi unsur Botasupal (Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu).

Semua pemimpin aparat hadir: dari Polda Kepri, BIN Daerah, Kejaksaan Tinggi, Bea Cukai, hingga perbankan. Mereka tak hanya sekadar menonton. 

Mereka memastikan proses ini sesuai hukum. Sebab, uang palsu itu sudah melalui uji laboratorium, dinyatakan tidak asli oleh ahli BI, dan mendapat izin resmi dari Pengadilan Negeri Batam sebelum dihancurkan.

"Kami tidak main-main. Ini mandat Undang-Undang Mata Uang," tegas Rony.

Pemusnahan itu dilakukan secara simbolis bersama unsur Botasupal. Lalu tim BI melanjutkan dengan mesin pencacah kertas yang dirancang khusus. Hasilnya? Hancur total. Tidak ada lagi yang menyerupai Rupiah.

Lalu, kabar baiknya: uang palsu di Kepri ternyata makin sulit beredar. Data BI menunjukkan, pada 2023 masih ada 5 lembar palsu dalam setiap 1 juta uang yang beredar (5 ppm). Periode 2024–2025 angkanya turun jadi 4 ppm. Dan diprediksi terus susut.

Bukan tanpa sebab. Kualitas Rupiah sekarang diakui dunia. Pada ajang IACA Currency Awards 2023, seri Rupiah terbaru dinobatkan sebagai Best New Banknote Series. Bahkan lembar Rp50.000 Tahun Emisi 2022 menduduki peringkat ke-2 dunia sebagai uang paling aman dan sulit dipalsukan versi BestBrokers (November 2024). Ada 17 unsur pengaman di dalamnya.

Baca juga: Harga Cabai Tembus Rp65 Ribu di Pasar Bincen, Sekda Misni: Akan Kita Kendalikan

Tapi Botasupal tak berhenti di pemusnahan. Mereka terus mengajak masyarakat turut menjaga Rupiah. Caranya sederhana: 3D Dilihat, Diraba, Diterawang. Juga 5J Jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, jangan dibasahi.

"Rupiah bukan sekadar alat bayar. Ini lambang kedaulatan kita," pesan Rony.

Musnah sudah 5.454 lembar uang palsu itu. Dan pesannya jelas: siapa pun yang mencoba merusak Rupiah, harus siap berhadapan dengan sinergi seluruh aparat Kepri.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :