Li Claudia Blak-blakan Soal `Dosa` Internal, Siapkan Sistem Baru Kendalikan Pendatang di Batam
Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam yang kini menjabat Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota dan Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews — Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam yang kini menjabat Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota dan Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan komitmennya membenahi berbagai persoalan mendasar di Kota Batam.
Penegasan itu disampaikannya secara terbuka saat menghadiri peresmian Kantor Pusat Baru Bank Dana Nusantara (Bank Danus) di Batam Centre, Senin (18/05/2026).
Di hadapan para pengusaha dan tamu undangan, Li Claudia berbicara lugas mengenai persoalan birokrasi, investasi, hingga lonjakan jumlah pendatang yang dinilai mulai membebani kemampuan keuangan daerah.
Dalam pidatonya, Li Claudia meminta masyarakat memberi waktu kepada kepemimpinannya untuk menata berbagai persoalan yang selama ini dinilai semrawut, termasuk di internal pemerintahan.
Ia bahkan secara terang-terangan menyinggung persoalan kedisiplinan dan integritas aparatur di lingkungan Pemko Batam maupun BP Batam.
"Beri kami waktu satu tahun di kepemimpinan kami. Di internal pun banyak yang kita beresin. Coba Bapak tanya Pak Sekda, Pak Alex, saya selalu ngomong: Kalau kalian tidak bisa tegak lurus, saya laporin kalian loh. Saya tahu dosa-dosa kalian!" tegas Li Claudia.
Sebagai pemimpin perempuan, Li Claudia mengakui tantangan birokrasi dan dinamika politik di Batam tidak mudah. Namun, ia memilih fokus bekerja dibanding sibuk menanggapi berbagai isu di media sosial.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepulauan Riau saat ini berada dalam tren positif. Karena itu, pemerintah harus menjaga tiga aspek utama, yakni keamanan, kenyamanan, dan kepastian regulasi.
Ia memastikan pelayanan investasi dan perizinan di BP Batam tetap berjalan optimal. Bahkan, Li Claudia membuka akses langsung bagi para pelaku usaha yang mengalami kendala administrasi.
"Kapan pun saya dari Senin sampai Minggu tetap kerja, Pak. Saya mulai masuk kerja dari jam 07.00 pagi sampai jam 12.00 malam. Rata-rata saya ada di BP Batam. Kalau ada kesulitan perizinan, silakan temui saya," ujarnya.
Salah satu persoalan yang paling disorot dalam pidato tersebut ialah tingginya arus pendatang dan lonjakan permohonan KTP Batam.
Li Claudia membeberkan, jumlah permohonan KTP baru meningkat drastis dari sekitar 159 orang per hari menjadi hampir 300 orang per hari atau mencapai sekitar 4.000 orang setiap bulan.
Ia menyebut kondisi itu berpotensi membebani kemampuan APBD Kota Batam yang saat ini berada di angka Rp4,2 triliun, ditambah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp2,4 triliun.
Di sisi lain, jumlah penduduk Batam juga disebut terus bertambah. Saat ini tercatat sekitar 1,4 juta warga ber-KTP Batam, sementara diperkirakan ada sekitar 1 juta warga non-KTP yang beraktivitas dan bekerja di kota tersebut.
"Kalau semua orang bisa menjadi warganya Batam, APBD kita tidak kuat. APBD ini harus kita pikirkan untuk masyarakat Batam," jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Li Claudia bersama Wali Kota Batam tengah menyiapkan sistem pendataan baru yang disebut mengadopsi pola pengelolaan tenaga kerja seperti di Singapura.
Dalam skema itu, APBD akan diprioritaskan untuk warga ber-KTP Batam. Sementara pendatang yang bekerja di Batam nantinya akan didata dan diberikan kartu identitas khusus atau pass kerja.
Pendataan itu rencananya dilakukan melalui kawasan industri, galangan kapal, pusat perbelanjaan hingga perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja dari luar daerah.
Selain itu, pemerintah juga berencana mengambil langkah tegas terhadap pendatang yang tidak memiliki pekerjaan dalam batas waktu tertentu.
Menurut Li Claudia, pendatang yang datang ke Batam namun tidak mendapatkan pekerjaan dalam kurun satu hingga empat minggu akan diminta kembali ke daerah asal demi menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan kota.
Di akhir pidatonya, Li Claudia mengapresiasi menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran di Batam. Meski demikian, ia mengaku belum puas karena menilai data pengangguran yang dirilis saat ini kemungkinan turut dipengaruhi oleh banyaknya pendatang non-KTP Batam yang belum bekerja.
"Kami sedang merapikan ini semua, targetnya November selesai. Kami lagi merancang fondasi. Suatu hari saat saya tidak di sini, fondasinya sudah kuat. Pesan saya, mari kita semua jaga kekompakan dan keamanan," tutupnya.

Komentar Via Facebook :