Klarifikasi Fadil: Kasus Sei Lekop Bukan Begal, Berawal Saling Lihat dan Tersinggung di Jalan
Fadil, Korban Perkelahian dengan Pengendara Lain Yang Menggunakan Senjata Tajam di Sei Lekop, Batam. (Foto. Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews – Cerita tentang aksi begal di Jalan Sei Lekop, Sagulung, beberapa hari ini sempat membuat hebot jagat media sosial. Warga Batam ramai-ramai membicarakan nasib seorang pemuda bernama Fadil yang dikabarkan menjadi korban.
Namun, setelah ditelusuri, kabar itu tidak benar. Cerita sesungguhnya bukan soal begal, melainkan perkelahian jalanan yang dipicu oleh saling lihat dan perasaan tersinggung.
Begini kronologi singkat yang terungkap. Pada Senin malam 18 Mei 2026, Fadil tengah melintas di kawasan Sei Lekop. Saat itu, ia bertemu dengan dua orang pengendara lain. Entah mengapa, terjadi saling lihat. Lalu, rasa tersinggung itu muncul begitu saja. Dari situlah pertengkaran tak terhindarkan.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul, menjelaskan dengan lugas kepada wartawan. "Ini bukan begal, tapi perkelahian. Dipicu karena ketersinggungan pribadi. Korban dan pelaku saling lihat-lihatan di jalan, lalu tersinggung, akhirnya ribut," ujarnya.
Saat keributan terjadi, situasi mencekam. Salah satu pelaku yang berboncengan disebut mengeluarkan senjata tajam berupa pisau. Dia mengayunkannya ke arah kepala Fadil. Untungnya, Fadil sempat menepis. Namun, akibatnya tangan pemuda itu terluka dan harus dijahit tujuh jahitan.
Setelah kejadian itu, Fadil sempat membuat status di media sosial yang mengaku menjadi korban begal. Kabar itu pun menyebar cepat.
Namun, pada Rabu, 20 Mei 2026, Fadil tampil dalam sebuah video klarifikasi yang diterima batamnews.co.id. Dengan nada menyesal, ia mencabut pernyataannya sebelumnya.
Baca juga: Sidang TPPO di Batam Bongkar Modus Pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia Lewat TikTok
"Saya meminta maaf kepada Kapolda Kepri, Kapolsek, dan seluruh masyarakat. Bahwa video dan status yang saya unggah soal dibegal itu tidak benar. Saya berkelahi dengan yang bersangkutan, bukan dibegal," ujar Fadil dalam video tersebut.
Polisi pun kini sudah mulai bergerak. Meski bukan perkara begal, kasus pengeroyokan dan penggunaan senjata tajam ini tetap diproses hukum.
"Korban sudah membuat laporan polisi. Terduga pelaku masih dalam pengejaran tim," tutup Iptu Husnul.

Komentar Via Facebook :