Diresmikan Megawati, Gedung Sekolah Intelijen Internasional Kini Jadi Tempat Mesum
Proyek bangunan Sekolah Intelijen Internasional (SII) yang terbengkalai selama 13 tahun di Nongsa, Batam. (Foto: Is/Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - International School of Intelligence atau Sekolah Intelijen Internasional (SII) yang dibangun di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepri, kini mangkrak.
Bangunan berusia 13 tahun itu masih terdiri dari kerangka dan belum beratap. Menurut seorang warga bangunan itu kini berubah menjadi tempat mesum pasangan muda mudi.
Bangunan yang berdiri di lahan seluas 15 hektar tersebut tampak mulai rapuh. Dinding bangunan berlumut.
Di dalam bangunan penuh dengan material bangunan seperti kayu-kayu bekas.
"Sekolah BIN itu sudah lama terbengkalai, kadang sore ramai anak sekolah pacaran," ujar seorang warga di sekitar lokasi, Jumat (29/4/2016).
Bangunan tersebut berada di sekitar permukiman warga. Bangunan tersebut sempat diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2003.
Peresmian Sekolah Intelijen Internasional itu disaksikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Dai Bachtiar, Menteri Pertahanan Matori Abdul Djalil, Menteri Pendidikan Nasional A Malik Fadjar, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini MS Soewandi, Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Soenarno, Gubernur Riau Saleh Djasit, dan Ketua Otorita Batam Ismeth Abdullah.
Turut menyaksikan sejumlah duta besar negara sahabat dan perwakilan intelijen dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Taiwan, dan Amerika Serikat.
Ia mengatakan, dahulu sebelum mulai dibangun, warga sekitar sempat protes meminta ganti rugi lahan. Namun, belakangan sudah diselesaikan oleh BP Batam.
Diketahui, Sekolah Intelijen Internasional (SII) dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada era Presiden Megawati.
Namun, pembangunannya tak kunjung dilanjutkan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Saat awak batamnews.co.id mengunjungi lokasi tersebut, tampak beberapa pelajar berpakaian seragam sekolah tengah nongkong.
Lokasi tersebut memang kerap dimanfaatkan anak-anak muda untuk berkumpul di kala petang dan mesum di kala malam.
[is]
Komentar Via Facebook :