Bayar Pajak di Riau Makin Praktis, BRK Syariah Sebar 77 Mesin EDC ke Seluruh Wilayah

Bayar Pajak di Riau Makin Praktis, BRK Syariah Sebar 77 Mesin EDC ke Seluruh Wilayah

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BRK Syariah dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau di Ballroom Menara Dang Merdu, Kamis (30/4/2026). (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Pekanbaru, Batamnews – Era bayar pajak pakai uang tunai di loket resmi berakhir di Provinsi Riau. PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) baru saja memperkuat "pagar" pendapatan daerah melalui sistem pembayaran digital yang lebih ketat, transparan, dan antibocor.

Langkah ini dikunci lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BRK Syariah dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau di Ballroom Menara Dang Merdu, Kamis (30/4/2026). Intinya satu, seluruh penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kini harus masuk lewat jalur elektronik.

Plt Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital ini. Sebagai aksi nyata, pihaknya langsung mendistribusikan puluhan mesin EDC baru ke seluruh pelosok Riau.

“Hari ini kami menyerahkan 53 unit mesin EDC tambahan dari total 77 unit yang kami sediakan untuk seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Pendapatan di Riau. Dengan sistem elektronik ini, masyarakat bisa membayar pajak secara praktis, cepat, dan akurat,” kata Helwin Yunus.

Tak ada lagi alasan telat bayar pajak karena kantor tutup. Helwin menjamin sistem digital ini membuat layanan perpajakan tetap "melek" meski di hari libur.

“Jika sebelumnya pembayaran terbatas pada jam operasional kantor, kini melalui kanal digital seperti EDC, QRIS, dan aplikasi BRK Syariah Mobile (fitur Signal), masyarakat dapat bertransaksi 24 jam sehari selama 7 hari seminggu,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Bapenda Riau, Ninno Wastikasari, menyampaikan pesan yang sangat tegas terkait integritas petugas. Dengan sistem ini, celah untuk bermain-main dengan uang rakyat resmi ditutup. Tidak ada lagi tangan petugas yang menyentuh uang tunai dari wajib pajak.

“Kami ingin memastikan semua transaksi tercatat secara real-time. Dengan pembayaran melalui sistem perbankan dan EDC, tidak ada lagi petugas kasir dari Bapenda yang menerima uang tunai. Ini sangat penting untuk meminimalisasi kebocoran PAD dan mencegah terjadinya potensi fraud,” kata Ninno dengan lugas.

Sinergi besar ini turut disaksikan oleh perwakilan Bank Indonesia, Ditlantas Polda Riau, Jasa Raharja, hingga jajaran inspektorat. Selain teknis pembayaran, BRK Syariah juga memberikan penghargaan bagi UPT dengan transaksi digital tertinggi sebagai cambuk motivasi agar pelayanan di lapangan semakin profesional.

Melalui kolaborasi digital ini, Riau kini menatap kemandirian fiskal yang lebih kuat. Targetnya jelas: pendapatan daerah naik, kebocoran nol, dan pembangunan bisa dirasakan lebih merata oleh seluruh masyarakat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :