Siswa SD di Batam Didorong hingga Mimisan, Diduga Jadi Korban Perundungan Kakak Kelas
Korban Perundungan Inisial AH Menangis Usai Mengalami Perundungan di Sekolah Yehonala, Batam. (Foto. Dok. batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Seorang siswa kelas 3 SD di Sekolah Yehonala, kawasan Sei Panas, Batam Kota, diduga menjadi korban perundungan oleh seorang pelajar SMA di sekolah yang sama. Kejadian itu membuat korban mengalami mimisan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 16 April 2026, tepatnya di lantai dua sekolah. Saat itu, korban berinisial AH sedang asyik bermain bersama teman-temannya.
Lalu, ceritanya bermula ketika seorang pelajar SMA berinisial C datang dan menanyakan keberadaan kakak AH yang berinisial AK.
Baca juga: Dua Tersangka Narkotika di Bukit Senyum Ditangkap, Polisi Sita Lima Paket Sabu
"Pelaku bertanya di mana kakaknya, lalu anak saya menjawab tidak tahu. Tapi pelaku menyuruh anak saya untuk mencari kakaknya dengan nada memaksa," ujar Inka, orang tua korban, saat menceritakan kejadian tersebut.
Namun, AH menolak. Menurut Inka, anaknya sempat menjawab dengan tegas, "Tidak mau. Kamu kan punya kaki dan tangan, cari sendiri saja."
Penolakan itulah yang diduga menjadi pemicu pelaku bertindak kasar. Inka mengatakan, pelaku langsung mendorong bagian belakang kepala anaknya.
"Setelah itu pelaku mendorong belakang kepala anak saya sampai keluar darah dari hidung atau mimisan," ungkap Inka dengan nada kesal.
Bukan hanya itu, saat korban menangis kesakitan, pelaku diduga justru merekam video anaknya yang sedang menangis. Beberapa teman korban yang melihat kejadian itu sempat menegur pelaku.
"Ada teman-temannya yang bilang, 'Jangan digituin, dia sudah menangis, kamu apakan dia?'," jelas Inka menirukan ucapan saksi.
Tak lama kemudian, kakak korban, AK, datang ke lokasi. Namun, pelaku diduga berpura-pura tidak tahu. Inka menirukan, pelaku justru bertanya, "Kenapa adikmu kok menangis?", padahal dialah penyebabnya.
Baca juga: Mulai Hari Ini, ASN Bintan WFH Setiap Jumat, Kecuali Pejabat Ini dan Layanan Publik
Inka menambahkan, ada tiga orang saksi yang melihat langsung kejadian tersebut, dan satu di antaranya sudah memberikan keterangan.
Pihak keluarga korban kini berharap sekolah segera menindaklanjuti kasus ini sesuai aturan yang berlaku. Mereka tidak ingin kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.
Komentar Via Facebook :