Air Mata Keluarga di RS Bhayangkara: "Mana Keponakanku, Dia Orang Baik"
Suasana duka menyelimuti RS Bhayangkara Polda Kepri, Selasa, 14 April 2026 sore.
Batam, Batamnews — Suasana duka menyelimuti RS Bhayangkara Polda Kepri, Selasa, 14 April 2026 sore. Air mata tak henti mengalir dari pipi keluarga besar Bripda Natanael Simanungkalit, anggota polisi yang tewas diduga di tangan seniornya sendiri.
Keluarga terus berdatangan. Mereka masih tak percaya. Putra pasangan Royamser Simanungkalit dan Rosdewi Br Napitupulu itu harus meregang nyawa dalam insiden yang mengejutkan itu.
Seorang tante korban, adik kandung Royamser Simanungkalit, tak kuasa menahan tangisnya. Di tengah ruang rumah sakit, ia sesekali berteriak lantang.
Baca juga: Ada Dua Korban dalam Kasus Kematian Polisi Muda, Propam Polda Kepri Periksa 8 Personel
"Saya tidak terima apa yang kalian lakukan. Orang-orang jahat!" teriaknya, meluapkan amarah.
Ia meminta aparat kepolisian bertindak tegas. "Tangkap, tindak, bahkan pecat pelaku," pintanya dengan suara lirih namun penuh tekad.
Untunglah, sang ayah Royamser masih bisa menenangkan emosi adiknya. Sambil menggenggam tangan, ia mengajak perempuan itu duduk di kursi RS Bhayangkara, ditemani anggota keluarga lain yang juga berusaha kuat.
Di sela isak tangis, sang tante kembali bersuara, kali dengan nada sendu. "Mana paraman (keponakan) ku itu? Dia orang baik. Masih sehat semalam. Kami sempat video call," kenangnya pilu.
Baca juga: Diduga Dianiaya Senior, Polisi Muda Polda Kepri Meninggal Dunia
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Kepri masih melakukan penyelidikan mendalam terkait tewasnya Bripda Natanael. Keluarga berharap keadilan segera ditegakkan. (Jam)

Komentar Via Facebook :