Kepri Pintu Udara Negara, Gubernur dan Seskoau Sinergi Kelola Ruang Udara Perbatasan
Gubernur Ansar Ahmad menerima silaturahmi dari Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Marsekal Muda TNI Dr. Jorry S. Koloay, beserta Wakil Komandan Marsma TNI Irwan Pramuda dan jajaran.
Tanjungpinang, Batamnews – Sebuah pertemuan hangat berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Kepulauan Riau, Gedung A, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, pada Selasa siang. Gubernur Ansar Ahmad menerima silaturahmi dari Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Marsekal Muda TNI Dr. Jorry S. Koloay, beserta Wakil Komandan Marsma TNI Irwan Pramuda dan jajaran.
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Rombongan Seskoau baru saja melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Pencarian Data Penelitian (KK-PDP) bagi Perwira Siswa (Pasis) Seskoau Angkatan ke-64 Tahun Pelajaran 2026. Acara yang digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak itu sebelumnya tak dapat dihadiri Gubernur Ansar karena sedang bertugas melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas.
Di ruang kerjanya, Gubernur Ansar pun menyampaikan permohonan maaf sekaligus apresiasinya atas kunjungan tersebut.
Baca juga: Waspada! Dinas Perkim Kepri Bantah Ada Lelang Material Rumah Dinas, Itu Penipuan
Mengapa Kepri dipilih sebagai lokasi penelitian? Danseskoau Marsekal Muda Jorry S. Koloay menjelaskan alasannya secara gamblang. Menurutnya, potensi strategis ruang udara Kepulauan Riau sangat penting, baik dalam skala nasional maupun internasional.
"Potensi ruang udara Kepri menjadi salah satu alasan kami melaksanakan KK-PDP di wilayah ini," ujar Jorry.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema besar: "Model Manajemen Pengelolaan Ruang Udara (PRU) pada FIR Jakarta dalam rangka menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI."
Keberadaan ruang udara Kepri, lanjutnya, punya peran vital—tak hanya untuk perkembangan dunia penerbangan Indonesia, tetapi juga untuk menjaga kedaulatan negara, terutama karena berada di perbatasan.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus solusi dalam pengelolaan ruang udara, khususnya di wilayah perbatasan dengan negara lain," jelas Jorry.
Ia menambahkan, jika dikelola secara optimal oleh pihak sipil dan militer, ruang udara Kepri tak hanya berdampak pada pertahanan dan keamanan, tetapi juga pada sektor ekonomi, pariwisata, hingga lingkungan hidup.
"Kami berharap para Pasis Seskoau mampu menghimpun data yang valid untuk memperkuat sistem pengelolaan ruang udara di Provinsi Kepri," tambahnya.
Di sisi lain, Gubernur Ansar Ahmad tak hanya menyampaikan maaf. Ia juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemprov Kepri, seperti penguatan sektor kesehatan melalui beasiswa dokter spesialis dan subspesialis, pengendalian inflasi daerah, hingga ketahanan pangan.
Baca juga: Akademisi Malaysia: Manuskrip Pulau Penyengat Khazanah Luar Biasa untuk Dunia Melayu
Tak ketinggalan, upaya pemulihan pariwisata pascapandemi terus didorong sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
"Kepri memiliki potensi besar, baik dari sisi geografis maupun ekonomi. Oleh karena itu, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI AU, sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga kedaulatan wilayah," ujar Ansar.
Ia berharap penelitian yang dilakukan para perwira siswa Seskoau mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pengelolaan ruang udara di Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Kunjungan ini pun diyakini bakal membawa dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah.

Komentar Via Facebook :