Harga Dolar AS Terhadap Rupiah Tembus Rp17.105, BI: Stabilitas Tetap Prioritas Utama
ilustrasi
Jakarta, Batamnews – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hari ini menembus level Rp17.105, turun signifikan 0,41 persen atau 70 poin.
Di tengah tekanan ini, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa menjaga stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas utama, khususnya di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi.
“Untuk itu, BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter yang dimiliki, serta menerapkan kebijakan operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” ujar Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, dalam pernyataan tertulisnya, Selasa, 7 April 2026.
Baca juga: BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, tetapi Tiket Pesawat Naik 9-13% karena Harga Avtur
Destry menjelaskan, BI secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang, baik di pasar domestik melalui instrumen DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) maupun di pasar luar negeri melalui NDF (Non-Deliverable Forward).
Menurut Destry, tekanan terhadap rupiah dipicu sejumlah sentimen. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan konflik antara AS dan Iran serta menunggu data inflasi di AS yang akan menentukan kebijakan suku bunga The Fed. Di dalam negeri, muncul kekhawatiran akan melebarnya defisit APBN.
Meski demikian, Destry menyebut bahwa dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah. Kenaikan harga komoditas akibat konflik justru dapat memberikan efek positif bagi perekonomian domestik, mengingat posisi Indonesia sebagai negara eksportir.
Baca juga: Harga Plastik Naik 80% Imbas Konflik Timur Tengah, Menteri UMKM Siapkan Mitigasi
“Sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi konflik tersebut,” pungkasnya.

Komentar Via Facebook :