CEO Citramas Group Kris Wiluan: Sinergi Pengusaha - Pemerintah Jadi Kunci Hadapi Badai Ekonomi Global
CEO Citramas Group, Kris Wiluan. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews – Dunia usaha saat ini tengah berada dalam pusaran tantangan global yang cukup berat. Ketegangan geopolitik internasional bukan sekadar isu di layar televisi, melainkan nyata berdampak pada melonjaknya biaya operasional industri di daerah, termasuk di Batam.
Menyikapi hal tersebut, CEO Citramas Group, Kris Wiluan, menekankan bahwa kunci utama untuk tetap bertahan dan menjaga stabilitas ekonomi adalah melalui penguatan kemitraan antara pelaku usaha dan pemerintah.
Dalam pernyataannya pada Kamis kemarin, Kris Wiluan menjelaskan bahwa ketegangan yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu efek domino terhadap ekonomi dunia.
Salah satu dampak yang paling dirasakan oleh para pelaku industri adalah kenaikan harga bahan bakar dan biaya logistik.
"Kondisi tersebut memberikan tekanan langsung terhadap aktivitas industri. Kita melihat adanya kenaikan-kenaikan, baik itu BBM maupun biaya logistik yang menjadi lebih mahal," ujar Kris.
Di tengah ketidakpastian ini, Kris menekankan bahwa ego sektoral harus dikesampingkan. Baginya, sinkronisasi kebijakan antara pengusaha dan regulator dalam hal ini BP Batam menjadi sangat krusial untuk memastikan iklim investasi tetap kondusif.
"Sebagai pengusaha, kita harus bisa bermitra dengan baik. Untuk perizinan, tentu kami mengikuti arahan dari BP Batam. Kita berharap ke depan tetap bisa bekerja sama dengan baik untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas," tambahnya.
Meski awan mendung ekonomi global masih menggelayut, Kris Wiluan tetap menyisipkan nada optimis bagi perekonomian dalam negeri. Ia menilai Indonesia memiliki resiliensi atau daya tahan yang cukup kuat dibandingkan banyak negara lain.
Menurutnya, meski tantangan di sektor energi dan operasional cukup besar, stabilitas ekonomi nasional saat ini masih berada dalam kategori yang baik.
Fokus utama para pengusaha saat ini adalah bagaimana tetap kreatif dalam menarik investasi dan menciptakan solusi yang mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja di tengah situasi sulit.

Komentar Via Facebook :