Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari Siswi SDN 001 Batam Kota, CCTV Dikumpulkan
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo. (Foto. Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews – Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang terus memburu pengemudi mobil merah yang menabrak seorang siswi SD lalu melarikan diri. Korban adalah Indah Suci Anisa, siswa kelas 5 SDN 001 Batam Kota.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan penyelidikan masih berjalan. Polisi mengumpulkan rekaman CCTV dari sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan mengambil CCTV sekitar tempat kejadian perkara," ujar Afiditya kepada batamnews.co.id, Kamis, 2 April 2026.
Ia memastikan proses penyelidikan dilakukan secara transparan sesuai hukum. Korban, kata dia, berhak mendapat keadilan dan kepastian hukum.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. Korban saat itu berjalan kaki pulang sekolah dan menyeberang jalan di kawasan Baloi Kolam, Sei Panas, Batam Kota.
Ibu korban, Siti, mengaku putrinya sempat meminta tak dijemput. "Saya sudah bilang nanti dijemput, tapi dia pesan tidak usah dijemput, nanti saya pulang jalan kaki ke rumah," katanya, Rabu, 1 April 2026.
Siti tahu anaknya tertabrak dari kabar sekolah. Saat kejadian, hujan deras. "Pas saat itu sudah ditemukan orang tergeletak di jalan. Saya dapat informasi dari sekolah," ujarnya.
Akibat tabrakan itu, Indah mengalami luka serius di kepala dan pendarahan otak. Ia menjalani operasi besar dan kini dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Batam.
"Kondisinya dekat matanya lebam-lebam biru. Anak saya tidak sadar," kata Siti.
Dokter memperkirakan korban baru sadar tiga hingga empat hari ke depan untuk masa pemulihan pascaoperasi.
Siti menyayangkan pelaku tak kunjung datang ke rumah sakit. "Sampai saat ini, pelaku yang nabrak lari ini tidak ada ke rumah sakit dan kami pihak keluarga belum tahu siapa," ujarnya.
Baca juga: Siswi Kelas 5 SDN 001 Batam Kota Jadi Korban Tabrak Lari, Alami Pendarahan Otak
Ia meminta pelaku segera bertanggung jawab. "Harapan saya, pelaku itu tanggung jawab lah. Karena itu nyawa. Sudah nabrak jangan langsung kabur," tegasnya.
Keluarga juga mendesak pemerintah menyediakan jembatan penyeberangan dan rambu lalu lintas di kawasan sekolah. "Ngeri di situ, banyak mobil lewat laju kencang," kata Siti.
Soal biaya pengobatan, Siti mengatakan saat ini telah ditanggung pihak kepolisian dan instansi pemerintah terkait.

Komentar Via Facebook :