Siswi Kelas 5 SDN 001 Batam Kota Jadi Korban Tabrak Lari, Alami Pendarahan Otak
Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Kota Batam. (Foto. Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews — Seorang siswi kelas 5 SDN 001 Batam Kota, Indah Suci Anisa, menjadi korban tabrak lari. Pengemudi mobil berwarna merah yang diduga menabraknya hingga kini masih berkeliaran. Nomor polisi kendaraan pun belum diketahui.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. Korban mengalami luka serius di bagian kepala. Ia kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Batam.
Ibu korban, Siti, menceritakan kondisi putrinya cukup memprihatinkan. Indah kini telah dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) setelah menjalani operasi besar akibat pendarahan di otak.
"Sekarang sudah dipindahkan ke ruangan ICU setelah menjalankan operasi akibat adanya pendarahan hebat di bagian otak," ujar Siti kepada batamnews.co.id, Rabu, 1 April 2026.
Menurut Siti, bagian sekitar mata korban tampak lebam kebiruan. Kondisi anaknya juga masih belum sadarkan diri. Dokter memperkirakan korban baru akan sadar dalam tiga hingga empat hari ke depan.
"Kondisinya saat ini tidak akan sadar sampai tiga atau empat hari nanti karena kata dokter agar dapat istirahat setelah menjalani operasi besar bagian kepala," katanya.
Siti mengisahkan, saat kejadian korban sedang berjalan kaki pulang sekolah. Ia hendak menyeberang jalan menuju rumah mereka di kawasan Baloi Kolam, Sei Panas, Batam Kota.
Sebelumnya, korban sempat berpesan kepada orang tuanya untuk tidak dijemput. Ia ingin pulang sendiri dengan berjalan kaki.
"Anak saya ini nyeberang pulang. Padahal saya sudah bilang nanti dijemput, tapi dia sudah pesan tidak usah dijemput, nanti saya pulang jalan kaki ke rumah," katanya.
Siti mengetahui kejadian itu setelah mendapat informasi dari pihak sekolah. Saat itu, cuaca di lokasi sedang hujan deras.
"Pas saat itu sudah ditemukan orang tergeletak di jalan. Saat itu hujan lagi deras. Saya dapat informasi dari sekolah," ujarnya.
Siti menyayangkan sikap pelaku yang hingga kini belum menunjukkan itikad baik. Pelaku tidak pernah datang ke rumah sakit.
"Sampai saat ini, pelaku yang nabrak lari ini tidak ada ke rumah sakit dan kami pihak keluarga belum tahu siapa," ujarnya.
Ia berharap pelaku segera menyerahkan diri.
"Harapan saya, pelaku itu tanggung jawab lah. Karena itu nyawa, gitu loh. Sudah nabrak jangan langsung kabur," tegasnya.
Selain meminta pertanggungjawaban pelaku, keluarga korban juga mendesak pemerintah meningkatkan keselamatan di kawasan sekolah. Siti meminta agar dibangun jembatan penyeberangan dan dipasang rambu lalu lintas.
"Maunya ada jembatan penyeberangan anak ke sekolah. Mintalah dipasang rambu-rambu lalu lintas. Ngeri di situ, banyak mobil lewat laju kencang," katanya.
Untuk biaya pengobatan, Siti menyebut saat ini telah dibantu dan ditanggung oleh pihak kepolisian bersama instansi pemerintah terkait.
Peristiwa tabrak lari tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman, mobil berwarna merah terlihat menabrak korban lalu melarikan diri.
"Yang menabrak siswi tersebut melarikan diri," ujar seorang saksi kepada batamnews.co.id.
Warga sekitar menilai ruas jalan di depan sekolah sangat membahayakan para pelajar. Jalan tersebut belum dilengkapi rambu lalu lintas, marka jalan, maupun lampu peringatan.
Baca juga: Pria Ditemukan Tewas di Apartemen BCC Batam, Diduga karena Sakit
Setiap hari, ratusan siswa dari SDN 001 Batam Kota dan SDN 002 Batam harus menyeberang di jalan yang ramai dilalui kendaraan. Warga menyebut kejadian serupa bukan kali pertama terjadi, namun hingga kini belum ada perhatian serius dari pemerintah terkait pengamanan jalan di kawasan sekolah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo, belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi terkait minimnya fasilitas keselamatan lalu lintas di lokasi kejadian.

Komentar Via Facebook :