Pemerintah Batalkan PJJ April 2026, Siswa Tetap Belajar Tatap Muka

Pemerintah Batalkan PJJ April 2026, Siswa Tetap Belajar Tatap Muka

ilustrasi (freepik)

Nurjali

Jakarta, Batamnews – Pemerintah membatalkan rencana penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang semula akan dimulai pada April 2026. Kebijakan itu sebelumnya dirancang sebagai langkah efisiensi energi nasional.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara tatap muka di sekolah.

"Pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa," ujar Pratikno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.

Baca juga: DLH Batam Uji Coba Mobil Penyapu Jalan, Ini Titik yang Disisir di Batam Centre dan Nagoya

Menurutnya, metode hybrid sempat menjadi bahasan lintas kementerian. Namun, pembelajaran daring dinilai belum mendesak untuk diterapkan saat ini. Pemerintah memilih memprioritaskan kualitas pendidikan agar tetap optimal, sejalan dengan program peningkatan mutu pendidikan nasional.

"Prioritas Presiden adalah peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Fokus mencakup sekolah di bawah berbagai kementerian terkait," kata dia.

Pratikno menjelaskan keputusan ini diambil setelah koordinasi lintas kementerian, termasuk bersama Menteri Pendidikan dan Menteri Agama. Seluruh pihak sepakat menjaga proses belajar tetap normal di sekolah. Langkah itu dinilai penting bagi stabilitas pendidikan.

Kendati demikian, ia menekankan pendekatan efisien tetap diperlukan. "Pelayanan masyarakat dan peningkatan kualitas SDM harus terus diperkuat," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah mewacanakan sekolah daring di sektor pendidikan sebagai strategi penghematan dan efisiensi energi. Metode pembelajaran daring atau luring rencananya disesuaikan dengan karakteristik substansi mata pelajaran.

Baca juga: Gagal Akhiri Hidup di Tower Sekupang, Pria Bersajam Ini Akhirnya Turun Usai Dibujuk Rokok dan Makan

"Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor. Sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat," tutur Pratikno.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :