Konflik Timur Tengah Ancam Pariwisata Indonesia, Ratusan Miliar Devisa Bisa Hilang

Konflik Timur Tengah Ancam Pariwisata Indonesia, Ratusan Miliar Devisa Bisa Hilang

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menghadiri webinar bertajuk Tourism Under Fire: Menyoroti Kerentanan Sektor Wisata Akibat Eskalasi Konflik Perang Internasional, Senin (16/3/2026).

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews – Ketegangan geopolitik yang membara di Timur Tengah mulai menghantui sektor pariwisata Indonesia. Bukan hanya soal rasa aman, konflik tersebut mengganggu jalur penerbangan global yang menjadi urat nadi mobilitas wisatawan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan kekhawatiran ini dalam sebuah webinar bertajuk Tourism Under Fire, Senin, 16 Maret 2026. Menurutnya, pariwisata hidup dari pergerakan manusia. Ketika pergerakan itu terhambat, dampaknya langsung terasa.

“Pariwisata sangat bergantung pada kelancaran mobilitas antarnegara. Jika terganggu oleh faktor logistik, ekonomi, atau geopolitik, sektor ini yang pertama terkena imbasnya,” ujar Widiyanti.

Baca juga: Mudik Gratis Batam–Kuala Tungkal 18 Maret 2026, Kapal KN Sarotama Siapkan 130 Kursi Penumpang

Ia menjelaskan, Timur Tengah selama ini menjadi hub penerbangan utama yang menghubungkan Eropa-Amerika dengan Asia, termasuk Indonesia. Saat ini, sejumlah maskapai mulai mengubah rute penerbangan jarak jauh untuk menghindari wilayah udara yang dianggap rawan.

Akibatnya, biaya perjalanan membengkak. Harga tiket berpotensi naik, dan minat wisatawan untuk datang ke Indonesia bisa tergerus.

Padahal, pariwisata Indonesia baru saja menunjukkan performa gemilang. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta kunjungan, tumbuh 10,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Devisa yang dihasilkan pun tembus 18,27 miliar dolar AS.

“Kita sedang berada di momentum pemulihan yang sangat baik. Sayang sekali jika terganggu oleh situasi di luar kendali kita,” kata Widiyanti.

Yang paling mengkhawatirkan, wisatawan dari Eropa, Timur Tengah, dan Amerika memang hanya menyumbang 21,7 persen dari total kunjungan. Namun, kontribusi devisa mereka mencapai 34,7 persen. Artinya, mereka adalah pasar dengan daya beli tinggi.

Kementerian Pariwisata menghitung, eskalasi konflik bisa mengurangi 4.700 hingga 5.500 kunjungan per hari. Dalam rupiah, potensi kerugian mencapai Rp157,9 miliar hingga Rp184,8 miliar per hari.

“Dampaknya tidak berhenti di sana. Hotel, restoran, transportasi wisata, hingga UMKM di daerah akan ikut terkena imbasnya,” jelas Widiyanti.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pemerintah saat ini benar-benar mewaspadai situasi ini. Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai sebagai ancaman nyata.

Ia memaparkan, sektor pariwisata menyumbang Rp945,7 triliun terhadap PDB atau sekitar 3,97 persen pada 2025. Sektor ini juga menyerap hampir 26 juta tenaga kerja. Jika kunjungan turun, efeknya akan terasa hingga ke akar rumput.

Hingga 10 Maret 2026, tercatat sembilan rute penerbangan internasional terganggu. Sekitar 47.000 penumpang terkena dampaknya. Ditambah lagi, harga avtur yang terus naik membuat biaya operasional maskapai kian berat.

“Situasinya kompleks. Karena itu, kita tidak bisa diam,” tegas Airlangga.

Pemerintah pun menyiapkan sejumlah jurus. Pertama, memperluas kebijakan bebas visa bagi negara-negara potensial. Kedua, menggenjot pasar domestik sebagai penopang utama. Menjelang Lebaran, diskon tiket pesawat rata-rata 18 persen dan diskon transportasi laut-kereta hingga 30 persen sudah disiapkan.

Baca juga: Teken Pinjaman Rp30 Miliar sebelum Idul Fitri, Pemkot Tanjungpinang Tutup Defisit Arus Kas 2026

Selain itu, promosi besar-besaran akan digencarkan untuk meyakinkan dunia bahwa Indonesia aman dikunjungi. Pemerintah juga mulai menggarap pasar *digital nomad* di Jakarta, Kepulauan Riau, dan Bali.

“Kolaborasi semua pihak adalah kunci. Kita harus pastikan pariwisata Indonesia tetap tangguh dan bisa beradaptasi di tengah gejolak global,” tutup Airlangga.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :