Isu Penutupan Jembatan Sei Ladi Ramai Dibahas, BP Batam: Masih Dikaji

Isu Penutupan Jembatan Sei Ladi Ramai Dibahas, BP Batam: Masih Dikaji

Kabar mengenai rencana penutupan jalan di Jembatan Sei Ladi belakangan ramai diperbincangkan masyarakat di Batam. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Kabar mengenai rencana penutupan jalan di Jembatan Sei Ladi belakangan ramai diperbincangkan masyarakat di Batam. Isu tersebut mencuat seiring proyek pelebaran jalan rute Tiban–Baloi yang disebut-sebut akan mengubah skema lalu lintas menjadi dua arah.

Menanggapi hal itu, Direktur Infrastruktur Kawasan Badan Pengusahaan Batam, Mouris Limanto, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa wacana penutupan jembatan tersebut hingga kini belum menjadi keputusan final.

"Belum diputuskan. Masih dalam diskusi dan kajian," ungkap Mouris.

Ia juga mengonfirmasi besaran anggaran yang disiapkan untuk proyek infrastruktur di kawasan tersebut.

"Anggarannya kurang lebih Rp138 miliar," tambahnya.

Angka tersebut melengkapi informasi sebelumnya bahwa BP Batam masih melakukan konsolidasi tim terkait detail perencanaan dan kebutuhan anggaran proyek.

Pembersihan Lahan untuk Mengurai Kemacetan

Isu penutupan jembatan itu muncul bersamaan dengan aktivitas proyek yang kini tengah dikebut di kawasan tersebut. Sejumlah warga sebelumnya menyoroti perubahan pemandangan di sepanjang Jalan Gajah Mada Batam, khususnya dari arah Flyover Sei Ladi menuju Flyover Laluan Madani.

Sejumlah pepohonan di sisi jalan terlihat ditebang, sementara lahan di sekitarnya mulai dibersihkan.

BP Batam memastikan bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari proyek strategis pengembangan infrastruktur jalan raya yang bertujuan mengurai titik-titik kemacetan krusial di kota industri tersebut.

Penebangan pohon dilakukan sebagai tahap awal penyiapan badan jalan baru.

"Sudah dimulai tahap land clearing (pembersihan lahan). Target pengerjaan proyek ini adalah 13 bulan ke depan," jelas Mouris terkait perkembangan di area Sei Ladi.

Proyek bernilai ratusan miliar rupiah ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas Jalan Gajah Mada yang selama ini menjadi salah satu jalur utama mobilitas masyarakat Batam.

Dalam rencana pembangunan, kapasitas jalan akan diperluas secara signifikan.

"Nantinya akan ada 2 jalur utama, dengan masing-masing 3 lajur," terangnya.

Meski selama proses pelebaran jalan akan terjadi penyesuaian arus lalu lintas serta penebangan pohon di beberapa titik, proyek ini diproyeksikan memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi kelancaran mobilitas dan kenyamanan berkendara masyarakat Batam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :