Aplikasi Kencan Jadi Kedok Judi Online di Batam, Romo Paschal Desak Polisi Bongkar Aktor Utama

Aplikasi Kencan Jadi Kedok Judi Online di Batam, Romo Paschal Desak Polisi Bongkar Aktor Utama

Aktivis hak asasi manusia sekaligus rohaniwan Katolik di Kepulauan Riau, Chrisanctus Paschalis Saturnus atau yang dikenal sebagai Romo Paschal. (Foto. Dok. Batamnews.co.id).

Nurjali

Batam, Batamnews – Praktik judi online di Batam mengambil bentuk baru yang lebih licik. Aplikasi kencan yang seharusnya menjadi sarana mencari relasi sosial kini diduga kuat dijadikan kedok untuk menjerat korban ke dalam jerat perjudian digital.

Fenomena ini mendapat sorotan tajam dari aktivis HAM sekaligus rohaniwan Katolik Kepulauan Riau, Chrisanctus Paschalis Saturnus. Romo Paschal, sapaan akrabnya, mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.

Menurut Romo Paschal yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Kepri, modus operandi ini bukan sekadar kejahatan biasa. Ia menilai praktik tersebut merupakan kejahatan digital yang berjalan secara terorganisir dan sistematis.

Baca juga: Dugaan Sarang Judi Online dan Love Scamming, Ratusan Pemuda FPN Kepri Akan Geruduk Pemkot Batam dan PT Anhong Media

“Ini bukan pelanggaran biasa. Ada jaringan yang dengan sadar memanfaatkan relasi manusia, membangun kedekatan emosional, hanya untuk menipu dan menjerumuskan korban ke judi online,” ujarnya di Batam, Senin, 16 Maret 2026.

Yang paling memprihatinkan, kata Romo Paschal, dalam rantai kejahatan ini banyak anak muda yang direkrut menjadi operator. Tugas mereka adalah membangun komunikasi dan kedekatan dengan calon korban di aplikasi kencan. Setelah percaya, korban kemudian diarahkan ke platform judi online.

“Anak-anak muda itu dijadikan alat dalam industri manipulasi digital yang meraup keuntungan besar. Mereka direkrut untuk mencari target, membangun relasi palsu, lalu menjerumuskannya,” tegasnya.

Isu ini semakin panas dengan beredarnya informasi di masyarakat tentang dugaan keterlibatan warga negara asing asal China. Pria asing tersebut dikabarkan memiliki relasi bisnis dengan salah satu pemilik jaringan hiburan malam besar di Batam.

Romo Paschal menilai, jika informasi itu benar, maka persoalannya telah meluas menjadi jaringan bisnis ilegal yang terstruktur dan melibatkan berbagai kepentingan.

“Kasus ini tidak lagi sekadar judi online. Jika benar ada aktor asing dan pengusaha lokal di belakangnya, maka kita berhadapan dengan sindikat bisnis ilegal lintas kepentingan,” katanya.

Oleh karena itu, ia mendesak penegak hukum untuk bergerak serius. Romo Paschal meminta agar pengusutan dilakukan secara terbuka dan transparan, tidak hanya berhenti pada operator lapangan.

“Bongkar sampai ke aktor utama, para pemodal, dan jaringan bisnis yang berada di belakangnya. Jangan sampai hukum hanya menyentuh pekerja kecil, sementara aktor besarnya tetap bersembunyi di balik uang dan pengaruh,” desaknya.

Baca juga: Aplikasi Kencan Jadi Kedok Judol di Batam, Dioperasikan Anak Milenial dan Gen Z

Ia menambahkan, masyarakat Batam berhak mengetahui siaap dalang sebenarnya di balik jaringan tersebut dan dari mana aliran dana operasionalnya berasal.

“Penegakan hukum harus berani. Jika tidak, kepercayaan publik terhadap keadilan akan semakin runtuh,” pungkas Romo Paschal.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :