Momen Menegangkan di Udara: Perawat Indonesia Bantu Persalinan Tanpa Alat Medis

Momen Menegangkan di Udara: Perawat Indonesia Bantu Persalinan Tanpa Alat Medis

Ilustrasi pesawat

Nurjali

Jakarta, Batamnews – Penerbangan Saudia Airlines rute Jeddah menuju Jakarta yang biasanya berlangsung mulus, berubah menjadi drama kemanusiaan di ketinggian ribuan meter. Seorang penumpang asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, tiba-tiba merasakan kontraksi hebat dan tanda-tanda akan melahirkan di tengah perjalanan.

Ketegangan langsung menyelimuti kabin. Namun, keberuntungan masih berpihak. Di kursi penumpang, seorang perawat asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, bernama Febrian Rahmatullah (30), sigap berdiri memberikan pertolongan.

Febrian, yang bertugas di Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember dan tengah cuti tahunan dari penempatannya di Rumah Sakit Kementerian Pertahanan Kota Thaif, Arab Saudi, tak ragu mengulurkan tangan.

Baca juga: Fitur Baru Samsung Browser: Multi Window dan AI Perangkum Halaman Segera Hadir

"Saat pesawat baru sekitar satu jam terbang, kru mengumumkan butuh tenaga medis. Saya langsung maju," ujar Febrian dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2026.

Situasi di dalam pesawat jelas tidak ideal. Fasilitas medis terbatas, namun nyawa ibu dan bayi menjadi taruhan. Saat Febrian tiba di lokasi, proses persalinan sudah tidak bisa ditahan. 
"Kepala bayi sudah keluar. Saya segera minta alat seadanya, dan kru memberikan handscoen (sarung tangan) untuk membantu proses kelahiran," ungkapnya.

Febrian ternyata tidak sendirian. Beberapa penumpang lain yang juga berprofesi sebagai tenaga kesehatan ikut membantu, dibantu para awak kabin. Kolaborasi singkat di udara itu akhirnya membuahkan hasil. Bayi perempuan itu lahir dengan selamat.

"Begitu bayi lahir, saya langsung tenangkan ibunya. Saya sampaikan bahwa bayinya sehat, tidak perlu khawatir," kata Febrian lega.

Meski proses persalinan berhasil, perjuangan belum usai. Kondisi ibu dan bayi baru lahir membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Kru pesawat dan kapten segera berunding dan mengambil keputusan darurat: pesawat harus putar balik ke Bandara Jeddah untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.

Baca juga: 3.500 Pemudik Dilepas Gubernur Ansar dari Batam, Naik KM Kelud Tujuan Belawan

Keputusan ini membawa konsekuensi tersendiri bagi Febrian. Ia harus merelakan tiket lanjutan rute Jakarta-Surabaya miliknya hangus karena pesawat tak bisa melanjutkan perjalanan. Meski begitu, perasaan tegang dan haru justru yang ia rasakan.

"Tegang pasti ada, tapi senang sekali. Ini pengalaman pertama saya membantu proses persalinan di dalam pesawat," tutup Febrian.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :