Kawasan Batu 9 Berubah Jadi Pasar Takjil Rakyat di Tanjungpinang, Warga Non-Muslim Ikut Berburu
Warga mulai ramai menyerbu takjil yang dijual di pinggir jalan di kawasan Batu 9.
Tanjungpinang, Batamnews – Memasuki hari keempat Ramadan 1447 Hijriah, Minggu, 22 Maret 2026, kawasan Batu 9 Bintan Center, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, berubah menjadi pusat perburuan takjil. Sejak sore, deretan lapak makanan sudah dipadati warga yang ingin membeli hidangan berbuka.
Pantauan di lokasi, suasana mulai ramai sejak pukul 15.30 WIB. Para pedagang menjajakan aneka menu seperti kolak, es buah, gorengan, hingga kue tradisional. Aroma masakan yang menggoda bercampur dengan hiruk-pikuk warga yang berbelanja.
Salah satu pedagang, Ridho, mengaku dagangannya laris manis hanya dalam waktu setengah jam.
Baca juga: Puasa Ramadhan di Anambas: Polisi Patroli Poskamling untuk Rasa Aman Warga
"Alhamdulillah, baru buka sebentar sudah hampir habis. Senang sekali rasanya lihat semuanya rukun begini," ujarnya sambil melayani pembeli.
Ridho mengatakan, keistimewaan Ramadan bukan hanya soal meningkatnya omzet penjualan. Menurutnya, suasana kebersamaan yang terbentuk di lapak-lapak sederhana itulah yang paling berharga.
"Gemas lihat mereka antre tertib, saling senyum, bahkan ada yang bantu-bantu bagikan takjil," tambahnya.
Pemandangan menarik terlihat dari beragamnya pengunjung yang datang. Tak hanya umat Muslim, warga non-Muslim juga ikut meramaikan pasar takjil. Mereka terlihat membeli makanan untuk keluarga atau sekadar menemani rekan kerja menunggu waktu berbuka.
Menjelang azan Magrib, aksi spontanitas juga mewarnai kawasan tersebut. Sejumlah warga membagikan takjil gratis kepada pengendara yang melintas. Kegiatan kecil itu seolah menjadi simbol solidaritas yang menguat di tengah perbedaan.
Baca juga: Singapura Umumkan Awal Ramadan 19 Februari 2026, Anak Bulan Tidak Terlihat
Tradisi berburu takjil di Batu 9 memang telah menjadi agenda tahunan. Namun, lebih dari sekadar urusan kuliner, tempat ini menjelma menjadi ruang publik yang merawat harmoni. Pada hari pertama Ramadan kali ini, kawasan itu kembali menunjukkan bahwa kebersamaan bisa tumbuh di sela-sela kesibukan duniawi.

Komentar Via Facebook :