72 Harimau Mati Mendadak di Chiang Mai dalam 10 Hari, Ini Penyebabnya

72 Harimau Mati Mendadak di Chiang Mai dalam 10 Hari, Ini Penyebabnya

Harimau (freepik)

Nurjali

Batam, Batamnews – Duka menyelimuti Tiger Kingdom, sebuah tempat wisata satwa ternama di Chiang Mai. Sebanyak 72 ekor harimau mati dalam rentang waktu 10 hari akibat terjangkit virus mematikan yang menyerang sistem pencernaan dan kekebalan tubuh.

Kematian massal ini terjadi di dua lokasi pengelolaan Tiger Kingdom, yaitu di Distrik Mae Rim dan Mae Taeng. Peristiwa nahas ini bermula pada 8 Februari lalu, saat 31 harimau dilaporkan sakit. Jumlah kematian terus bertambah hingga mencapai 72 ekor pada 18 Februari.

Dari total korban, 21 harimau mati di lokasi Mae Rim, dan 51 lainnya di Mae Taeng. Sebelum wabah merebak, total populasi harimau di kedua lokasi mencapai 246 ekor.

Baca juga: Info Cuaca Batam Terkini 22 Februari 2026, Cek Wilayah yang Berpotensi Hujan

Hasil otopsi pada bangkai harimau menunjukkan bahwa mereka terinfeksi feline parvovirus, sebuah virus yang sangat menular dan mematikan bagi kucing besar. Infeksi virus ini diperparah oleh bakteri mycoplasma. 

Selain itu, Dinas Peternakan Provinsi Chiang Mai juga menemukan adanya virus canine distemper yang menyerang sistem pernapasan para harimau.

Kepala dinas setempat menjelaskan bahwa deteksi dini penyakit pada harimau jauh lebih sulit dibandingkan pada hewan seperti kucing atau anjing.

"Saat kami menyadari mereka sakit, kondisinya sudah terlambat," ujarnya seperti dikutip dari Bangkok Post.

Pihak berwenang memastikan bahwa virus dan infeksi yang ditemukan pada harimau tidak dapat menular ke manusia. Sebagai langkah pencegahan, lokasi wisata di Mae Rim ditutup selama dua minggu untuk proses karantina dan disinfeksi. 

Sementara itu, harimau yang selamat telah dipindahkan ke pusat perawatan Tiger Kingdom di Mae Taeng.

Tiger Kingdom adalah taman satwa swasta yang juga memiliki cabang di Phuket dan Pattaya. Tempat ini terkenal karena menawarkan pengalaman bagi wisatawan untuk "memeluk, menyentuh, dan berfoto bersama harimau" dengan klaim pengawasan profesional.

Baca juga: Korupsi Uang Muka Proyek Drainase Anambas, Tersangka ASN dan Swasta Diserahkan ke Jaksa

Meski dalam situs resminya Tiger Kingdom menegaskan kesejahteraan hewan adalah prioritas dan "harimau tidak pernah dirantai, dibius, dicabut kukunya, atau dicabut giginya," praktik interaksi jarak dekat antara manusia dan predator besar ini kerap menuai sorotan dari wisatawan dan pegiat hak asasi hewan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :