Tarawih di Batam Center, Nagoya, hingga Batu Aji: Cek Jumlah Rakaatnya di Sini
Suasana sholat tarawih di Kota Batam
Batam, Batamnews – Perbedaan jumlah rakaat salat tarawih kembali menjadi warna khas dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Di Kota Batam, tradisi 11 rakaat dan 23 rakaat sama-sama hidup berdampingan, hari ini memasuki puasa kedua untuk pemerintah, dan puasa ke tiga untuk Muhammadiyah.
Menjelang Ramadhan 1447 H atau tahun 2026 ini, Kementerian Agama (Kemenag) dan Pemerintah Kota Batam memang tidak merilis data resmi khusus mengenai pengelompokan masjid berdasarkan rakaat tarawih. Pasalnya, keputusan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) masing-masing, sesuai dengan kesepakatan jemaah setempat.
Meski begitu, masyarakat sudah bisa membaca pola yang konsisten dari tahun ke tahun. Berdasarkan tradisi yang berjalan, berikut gambaran masjid-masjid besar di Batam berdasarkan jumlah rakaat yang biasa mereka gelar.
Baca juga: 5 Masjid Tertua di Batam yang Jadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah, Ada yang Berusia 150 Tahun
Pelaksanaan 23 rakaat (20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir) umumnya menjadi ciri masjid-masjid agung pemerintahan serta masjid yang basis jemaahnya kuat dengan tradisi Nahdlatul Ulama (NU).
Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batu Aji, yang merupakan masjid terbesar di Batam, konsisten dengan 23 rakaat. Yang menarik, masjid ini justru menjadi contoh nyata toleransi.
Dalam pelaksanaannya, jemaah yang terbiasa dengan 11 rakaat dipersilakan untuk mundur atau keluar dari saf setelah rakaat ke-8. Sementara itu, imam dan jemaah lainnya melanjutkan hingga genap 20 rakaat ditambah witir.
Kemudian, Masjid Agung Batam Engku Putri di Batam Center, yang berada di jantung pemerintahan, juga rutin menggelar tarawih berjemaah sebanyak 23 rakaat.
Tradisi serupa juga dapat ditemukan di masjid-masjid yang berada di kawasan Kampung Tua. Di wilayah seperti Nongsa, pesisir Batu Besar, hingga Belakang Padang, pelaksanaan 23 rakaat masih dipegang teguh sebagai warisan tradisi keislaman.
Sementara itu, pelaksanaan 11 rakaat (8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir) lebih banyak diterapkan di masjid-masjid modern di pusat kota, area perniagaan, serta masjid-masjid di bawah naungan Muhammadiyah.
Masjid Jabal Arafah di Nagoya, yang ikonik dan kerap menjadi jujukan para pekerja serta wisatawan, rutin menyelenggarakan tarawih sebanyak 11 rakaat. Keputusan ini dinilai lebih sesuai dengan mobilitas tinggi masyarakat di pusat niaga tersebut.
Seluruh masjid di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Batam juga dipastikan melaksanakan 11 rakaat. Dua contoh utamanya adalah Masjid Al-Khoir di Komplek Muhammadiyah ASEAN, Batu Aji, dan Masjid At-Taqwa.
Baca juga: Safari Ramadan 1447 H Pemkab Bintan Dimulai Besok, Ini Jadwal Lengkapnya
Tak hanya itu, banyak DKM di perumahan-perumahan baru, seperti di kawasan Batam Kota atau Sagulung, juga memilih 11 rakaat.
Pertimbangannya cukup praktis: durasi ibadah yang lebih ringkas dinilai lebih cocok bagi mayoritas jemaah yang merupakan para pekerja industri dan harus beraktivitas sejak pagi buta keesokan harinya.
Dengan keragaman ini, masyarakat Batam tinggal memilih masjid yang sesuai dengan kebiasaan masing-masing, karena yang terpenting adalah kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di bulan penuh berkah.
Komentar Via Facebook :