5 Masjid Tertua di Batam yang Jadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah, Ada yang Berusia 150 Tahun

5 Masjid Tertua di Batam yang Jadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah, Ada yang Berusia 150 Tahun

Ilustrasi (freepik)

Nurjali

Batam, Batamnews - Jika berbicara tentang masjid tertua di wilayah administratif Kota Batam, maka jawabannya merujuk pada sebuah masjid yang terletak tidak di daratan utama, melainkan di sebuah pulau. Masjid tersebut adalah Masjid Jami' Nurul Iman di Pulau Buluh.

Berdasarkan catatan sejarah dan penuturan warga setempat, rumah ibadah ini diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1872 Masehi. Artinya, usia masjid ini kini telah mencapai lebih dari 150 tahun. Data dari Kementerian Agama Kepulauan Riau juga mengonfirmasi bahwa bangunan ini sudah berusia lebih dari satu abad.

Meski usianya sudah sangat tua, kondisi fisik Masjid Jami' Nurul Iman masih terlihat kokoh dan tidak menunjukkan tanda-tanda lapuk. Keaslian bentuk awal masjid masih dipertahankan, termasuk pada salah satu kubahnya. 

Baca juga: Menara Masjid Agung Jadi Titik Pantau Hilal Awal Ramadhan 1447 H, Kemenag Batam Libatkan BMKG dan Ormas Islam

Uniknya, kubah lama ini memiliki kemiripan dengan desain Masjid Raya Sultan Riau di Pulau Penyengat yang dibangun pada 1832 M.

Masjid ini memiliki dua kubah. Satu merupakan bangunan baru, sementara satunya lagi adalah kubah asli. Pada kubah yang lama, satu-satunya perubahan mencolok hanyalah pada material atap yang diganti menjadi seng, sementara bentuk dan konstruksinya tetap seperti sedia kala.

Hingga saat ini, belum ditemukan literatur atau catatan sejarah yang dapat memastikan siapa sosok pertama yang membangun masjid tertua di Batam tersebut.

Sementara itu, jika merujuk pada kawasan daratan utama (mainland) Kota Batam, terdapat beberapa masjid bersejarah yang juga dinobatkan sebagai yang tertua.

Salah satunya adalah Masjid Raya Baitusysyakur di Sei Jodoh, Kecamatan Batu Ampar. Masjid yang kini megah dan diapit gedung-gedung tinggi ini ternyata menyimpan sejarah panjang. 

Ketua Pengurus Masjid Raya Baitusy Syakur, H Zaini Zakaria, menuturkan bahwa sebelum berdiri di lokasi sekarang pada tahun 1986 hingga 1988, masjid ini sudah ada tidak jauh dari situ dengan bangunan berbahan kayu.

Keunikan masjid ini adalah keberadaan tujuh makam keramat di area halamannya. Makam-makam tersebut dipercaya sudah berusia ratusan tahun, jauh sebelum masjid ini didirikan, dan tetap dipertahankan hingga kini sebagai bagian dari sejarah.

Selain itu, ada pula Masjid Baitul Makmur di kawasan Seraya, Batu Ampar. Masjid yang didirikan sekitar tahun 1972 hingga 1975 ini berada di dataran tinggi, menawarkan pemandangan gedung-gedung dan bahkan Singapura dari kejauhan.

Baca juga: Sambut Ramadhan 1447 H, Ustaz Lukman Hakim Hadiri Dakwah di Masjid Ganet

Tak ketinggalan, Masjid Al Mardhotillah di Bukit Abdullah, Jodoh. Masjid yang diresmikan pada 18 Januari 1984 ini berdiri di dekat lokasi sembilan makam tua bersejarah peninggalan ulama terdahulu. 

Di antara makam tersebut adalah makam Syeikh Abdul Wahyu Mangku Alam dan Sa’id Umar yang dibangun pada 1929. Kedua tokoh ini di kalangan masyarakat Melayu dikenal dengan sebuta Wak Guru, yang diduga berasal dari Selangor, Malaysia.

Seluruh bangunan masjid dan makam di kompleks ini didominasi warna putih dan kuning muda, yang merupakan ciri khas warna Melayu. Masjid-masjid tua di Batam tersebut kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi yang menarik untuk dikunjungi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :