Hadapi Era `No Viral No Justice`, Kejati Riau dan BRK Syariah Asah Strategi Komunikasi

Hadapi Era `No Viral No Justice`, Kejati Riau dan BRK Syariah Asah Strategi Komunikasi

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggandeng Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) menggelar Pelatihan Navigasi Krisis dan Public Speaking. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap tantangan digitalisasi informasi yang kian deras.

Rhuuzi Wiranata

Pekanbaru, Batamnews – Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Pekanbaru, menjadi saksi kolaborasi strategis pada Senin (9/2/2026). Hari itu, para pimpinan korps Adhyaksa dan jajaran direksi perbankan duduk bersama, bukan untuk membahas kasus hukum atau transaksi keuangan, melainkan untuk menimba ilmu tentang seni berbicara di depan publik.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menggandeng Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) menggelar Pelatihan Navigasi Krisis dan Public Speaking. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap tantangan digitalisasi informasi yang kian deras.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Sutikno, dan PLT Direktur Utama Bank Riau Kepri Syariah, Helwin Yunus. Pesertanya pun merupakan para pengambil keputusan utama di wilayah tersebut, yakni para Kepala Kejaksaan Negeri dan Branch Manager BRK Syariah se-Provinsi Riau.

Dalam pandangannya, Sutikno menyoroti fenomena "no viral no justice" yang belakangan menjadi tantangan tersendiri bagi penegak hukum. Menurutnya, pimpinan kejaksaan tidak boleh lagi kaku. Mereka dituntut untuk mampu menyampaikan pesan dengan gaya yang humanis, penuh empati, dan beretika.

"Harus kita pahamkan masyarakat tentang tupoksi yang kita lakukan, agar masyarakat bisa memahami tahapan-tahapan kegiatan kita, dan kalau masyarakat sudah tahu harapannya masyarakat bisa memahami apa yang kita lakukan sebenarnya adalah untuk mencari kebenaran materiel, untuk mencari kepastian penegakan hukum dan pada akhirnya memberikan rasa adil kepada masyarakat," ujar Sutikno.

Di sisi lain, PLT Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, menilai pelatihan ini sangat krusial bagi dunia perbankan. Baginya, kemampuan mengelola krisis komunikasi adalah kunci untuk menjaga transparansi dan kepercayaan publik terhadap tata kelola bank.

Untuk memastikan materi tersampaikan dengan maksimal, pelatihan ini menghadirkan tim ahli dari Metro TV Academy. Para pemateri seperti Prihadi, Valerie Budianto, Farah Dina, Jason Sambouw, Githa Farahdina, dan Djayeng Saputro secara bergantian membekali peserta dengan teknik menghadapi media arus utama hingga strategi meredam gejolak di media sosial.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :