Seluruh Daerah Wajib Gelar Kerja Bakti Dua Kali Seminggu, Mendagri Terbitkan Surat Edaran
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Jakarta, Batamnews - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang mewajibkan seluruh pemerintah daerah untuk melaksanakan kerja bakti atau korve secara rutin. Kegiatan ini direncanakan digelar dua kali dalam sepekan, setiap hari Selasa dan Jumat.
"Saya nanti akan mengeluarkan surat edaran untuk pembersihan sampah. Kemudian gerakan untuk korve itu dilakukan secara rutin," kata Mendagri Tito di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa kerja bakti tidak hanya dilakukan di lingkungan kantor pemerintahan, tetapi juga di area sekitarnya. Kegiatan ini akan dilaksanakan serentak di semua tingkatan pemerintahan.
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Kios di Seberang Pasar Cikpuan Batam, Lalu Lintas Terganggu
"Jadi ada korve serentak, mulai dari provinsi mengerjakan dinas-dinasnya. Kemudian kabupaten/kota dengan dinas-dinasnya, kecamatan, desa," jelas Tito.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menangani persoalan sampah di Indonesia. Presiden sebelumnya memperingatkan bahwa seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tanah Air diperkirakan akan mengalami overcapacity atau kelebihan kapasitas pada 2028.
Presiden juga telah meminta keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk TNI dan Polri, dalam kegiatan korve. Ia menekankan kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
"Gubernur, bupati, SMA, SMP, SD, di bawah kendali saudara, apa sih susahnya? Entah hari Sabtu, hari Jumat, seminggu sekali, semuanya sekolah kumpul, ayo kita bersihkan ramai-ramai," ujar Presiden.
Presiden bahkan menegaskan akan mengerahkan aparat kewilayahan jika kepala daerah tidak dapat memimpin langsung.
"Kalau bupati dan gubernur tidak bisa, saya perintah dandim, danrem, kepolisian kerahkan korve. Korve, korve, korve," tegasnya.
Pemerintah berharap gerakan rutin ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dan menekan persoalan sampah yang semakin mengkhawatirkan di berbagai daerah.

Komentar Via Facebook :