Belasan Saksi Diperiksa, Polda Kepri Segera Tetapkan Tersangka Penyelundupan Dua Kapal Muatan Daging Beku Asal Singapura

Belasan Saksi Diperiksa, Polda Kepri Segera Tetapkan Tersangka Penyelundupan Dua Kapal Muatan Daging Beku Asal Singapura

Dua kapal kayu KM Sukses Abadi dan KM Sukses Seraya berukuran sekitar 130 GT di perairan Moro, Tanjung Balai Karimun pada Jumat (23/1) lalu. Saat Ini Kedua Kapal Tersebut Diamankan di Dermaga Sekupang. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Jajaran Subdit Industri dan Perdagangan (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Kepri, masih terus menggesa penyelidikan terkait tangkapan dua kapal kayu KM Sukses Abadi dan KM Sukses Seraya berukuran sekitar 130 GT di perairan Moro, Tanjung Balai Karimun pada Jumat (23/1/2026) lalu.

"Sudah 12 saksi yang kita periksa, kita dalami peran masing-masing dan siapa yang paling bertanggung jawab. Termasuk keterangan dari saksi ahli,” kata Kasubdit Indagsi AKBP Paksi Eka Putra di Lobby Krimsus Polda Kepri, Kamis (5/2/2026) pagi.

Menurut Paksi, sejak penangkapan hingga saat ini sudah resmi naik ke tahap penyidikan untuk memastikan penetapan tersangka yang akan segera diumumkan dalam waktu dekat, setelah rangkaian pemeriksaan saksi hampir rampung.

"Sebentar lagi kita akan menetapkan tersangka dalam kasus ini," ujarnya.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi, termasuk saksi ahli. Pemeriksaan dilakukan untuk mengurai peran masing-masing pihak dalam jaringan penyelundupan tersebut, sekaligus menentukan siapa yang paling bertanggung jawab atas masuknya daging beku ilegal itu ke wilayah Indonesia.

"Kita dalami peran masing-masing dan siapa yang paling bertanggung jawab. Termasuk keterangan dari saksi ahli,” katanya.

Paksi mengatakan, apabila tidak ada kendala dalam proses penyidikan, pihaknya akan mengumumkan penetapan tersangka pada pekan depan.

“Minggu depan sudah kita tetapkan nama-nama tersangka. Nanti kita sampaikan,” katanya.

Meski belum mengungkap identitas pelaku, nama tersangka dalam kasus ini disebut-sebut mengarah kepada seorang pengusaha besar yang diduga sebagai mafia penyelundupan kelas kakap. Namun demikian, polisi masih enggan membeberkan inisial maupun detail lebih lanjut terkait sosok tersebut.

"Kasus ini akan kita ekspos dan rencananya Mentri Pertanian akan hadir dalam ekspos tersebut," ujarnya.

Kasus ini bermula dari penangkapan dua kapal kayu bermuatan puluhan ton daging beku ilegal asal Singapura di perairan Moro, Tanjung Balai Karimun. Penangkapan dilakukan setelah tim Subdit Indagsi Polda Kepri melakukan pengintaian intensif selama enam hari di laut.

Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap modus operandi pelaku yang memanfaatkan kapal ikan sebagai kedok. Kapal berangkat dari Karimun dengan muatan ikan, namun saat kembali dari Singapura justru membawa daging beku dan barang lainnya. Untuk mengelabui aparat, kapal sengaja mematikan sistem AIS saat memasuki perairan Indonesia.

Penyelidikan juga mengungkap aksi ini bukan kali pertama dilakukan. Dalam sepekan, kapal diketahui beroperasi hingga tiga kali. Kini, dua kapal kayu KM Sukses Abadi dan KM Sukses Seraya berukuran sekitar 130 GT telah diamankan dan bersandar di Dermaga Beton Sekupang, Batam, bersama barang bukti daging ayam, sapi, dan babi yang rencananya akan dipasok ke wilayah Riau daratan seperti Pekanbaru dan Jambi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :