Diduga OTT KPK di Jakarta dan Banjarmasin Terkait Kantor Pajak dan Bea Cukai
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Batam, Batamnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Operasi senyap ini dilakukan secara serentak di dua lokasi berbeda, yaitu Jakarta dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan informasi tersebut. "Benar," katanya saat dikonfirmasi pada Rabu siang.
Namun, Fitroh belum membeberkan lebih lanjut detail kasus yang sedang ditangani. Ia menyebut tim dari Kedeputian Penindakan KPK masih melakukan pendalaman. "Masih pendalaman," ujarnya.
Baca juga: Klik Link Perbankan Palsu di Internet, Pengusaha Properti di Batam `Ludes` Rp1,3 Miliar
Meski pihak KPK masih menyimpan rapat-rapat informasi awal, sejumlah sumber menyebutkan lokasi dan instansi yang diduga menjadi sasaran operasi.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, salah satu OTT diduga berlangsung di sebuah kantor pajak di Banjarmasin. Sementara itu, operasi satunya lagi dilaporkan terjadi di sebuah kantor Bea dan Cukai.
Dua operasi yang digelar di hari yang sama ini menunjukkan fokus KPK pada sektor perpajakan dan kepabeanan, yang kerap menjadi area rawan penyalahgunaan wewenang.
Publik kini menanti penjelasan lebih lanjut dari KPK terkait modus, tersangka, dan nilai kerugian negara yang mungkin timbul dari dua kasus yang sedang dalam proses pendalaman ini.

Komentar Via Facebook :