Sopir Maxim di Malaysia Diduga Jemput Penumpang Hanya Pakai Celana Dalam, Penumpang Wanita Terkejut
Singapura, Batamnews - Sebuah perjalanan dengan aplikasi panggilan di Johor Bahru berubah menjadi pengalaman mengerikan bagi sekelompok wanita. Mereka dilaporkan dikejutkan oleh sopir yang mendatangi mereka dalam keadaan hanya mengenakan pakaian dalam.
Insiden ini terjadi pada Rabu 28 Januari 2026 sekitar pukul 11.47 siang. Kelompok yang terdiri dari seorang perempuan, ibunya, dan bibinya itu memesan kendaraan melalui aplikasi Maxim untuk dijemput dari sebuah restoran di kawasan Taman Sentosa, Johor Bahru, Malaysia.
“Saat mobil tiba dan saya masuk, kami menyadari bahwa sopir pria itu tidak berpakaian lengkap — dia hanya memakai celana dalam,” tulis penumpang tersebut dalam pengaduannya yang diunggah ke akun Instagram @sgfollowsAll pada Kamis 29 Januari 2026.
Baca juga: Gelombang Hapus Akun! Pengguna TikTok AS Ramai-Ramai Beralih ke UpScrolled, Ini Penyebabnya
Permintaan untuk berpakaian lengkap pun tidak sepenuhnya dipatuhi. Menurut penumpang, ibunya meminta sopir mengenakan kausnya. Sopir hanya mematuhi permintaan itu sebagian.
“Dia memakai kausnya hanya separuh, tapi tetap tidak memakai celana panjang,” klaim penumpang itu.
Sebuah foto yang dibagikan menunjukkan sopir mengenakan kaus warna ungu muda sementara kedua kakinya tampak terbuka. Foto tersebut diduga diambil selama perjalanan.
Kejadian ini membuat seluruh penumpang merasa tidak nyaman dan tidak aman. Mereka pun merasa perlu memperingatkan perempuan lain, terutama yang bepergian sendiri atau hendak ke Johor Bahru, untuk berhati-hati saat menggunakan layanan transportasi daring.
“Ini pertama kalinya saya menggunakan Maxim,” tambah penumpang tersebut.
Menanggapi insiden ini, perwakilan Maxim menyatakan bahwa perusahaan telah mengambil tindakan tegas. Setelah menerima pengaduan beserta bukti pendukung, akses sopir ke platform langsung diblokir permanen.
Baca juga: Dua Pimpinan OJK Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi Mundur, Sebut Tanggung Jawab Moral
“Sopir tersebut tidak lagi memiliki akses ke aplikasi dan tidak dapat kembali ke platform. Maxim juga telah menghubungi penumpang untuk memberikan bantuan dan mengumpulkan informasi lebih lanjut. Perilaku apa pun yang membahayakan keselamatan, kenyamanan, atau martabat penumpang sama sekali tidak kami toleransi,” jelas perusahaan tersebut.
Maxim menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Aplikasi mereka dilengkapi dengan fitur keamanan, seperti tombol SOS dan pelacakan lokasi GPS langsung, untuk meningkatkan keamanan penumpang selama perjalanan.
Maxim saat ini beroperasi di Malaysia dan Singapura.

Komentar Via Facebook :