Gelombang Hapus Akun! Pengguna TikTok AS Ramai-Ramai Beralih ke UpScrolled, Ini Penyebabnya

Gelombang Hapus Akun! Pengguna TikTok AS Ramai-Ramai Beralih ke UpScrolled, Ini Penyebabnya

Media sosial UpScrolled.

Nurjali

Batam, Batamnews - Perpindahan operasional TikTok di Amerika Serikat ke sebuah entitas gabungan yang diklaim dekat dengan pemerintahan kini, memicu gelombang kecemasan di kalangan pengguna. 

Ribuan orang ramai-ramai menghapus aplikasi tersebut, disusul dengan melonjaknya popularitas aplikasi baru bernama UpScrolled.

Keresahan pengguna dipicu oleh dua hal utama: ketidakpercayaan terhadap manajemen baru dan kekhawatiran akan kebijakan privasi. Entitas baru yang mengelola TikTok, yang melibatkan perusahaan seperti Oracle, pendirinya Larry Ellison dikenal sebagai sekutu Presiden Donald Trump, menimbulkan sentimen negatif.

Baca juga: Galaxy S26 Lebih Mahal, S26 Ultra Justru Lebih Murah? Ini Bocoran Harganya

Isu kunci yang viral di media sosial adalah perubahan deskripsi kebijakan privasi TikTok yang tampak mengumpulkan data sensitif seperti ras, etnik, orientasi seksual, status kewarganegaraan, hingga informasi keuangan. 

Meski poin-poin serupa sebenarnya telah ada dalam versi Agustus 2024, kebangkitan isu ini bersamaan dengan pengalihan operasional memperkuat ketidakpercayaan publik.

"Kami mengalami gangguan karena pemadaman listrik di pusat data," bantah TikTok menanggapi keluhan pengguna soal dugaan pembungkaman konten yang mengkritik Trump atau kebijakan imigrasi.

Dampaknya langsung terukur. Data dari Sensor Tower menunjukkan, rata-rata pengguna yang menghapus TikTok melonjak 150% dalam tiga bulan terakhir. Posisinya di Apple App Store AS anjlok ke peringkat 27 untuk kategori aplikasi gratis.

Kekosongan itu langsung diisi oleh pendatang baru, UpScrolled. Aplikasi yang baru berdiri Juni 2025 ini tiba-tiba melesat ke puncak tangga lagu aplikasi gratis App Store, menggeser ChatGPT, Threads, dan Google Gemini.

Pendirinya, Issam Hijazi, seorang mantan pegawai IBM dan Oracle yang berasal dari latar belakang Palestina-Yordania-Australia, mengklaim pengguna UpScrolled meroket dari 150.000 menjadi 1 juta hanya dalam beberapa hari.

Baca juga: Harga Memori Melonjak, Gadget 2026 Termasuk iPhone 18 Diprediksi Lebih Mahal

UpScrolled memasarkan diri sebagai platform "bebas sensor dan shadowban", secara terbuka menuduh TikTok, Meta, dan X melakukan moderasi bias dan menyembunyikan konten. Platform ini mengklaim tidak memiliki agenda politik atau komersial, sehingga memberi kesempatan setara bagi semua konten.

Lonjakan pengguna UpScrolled dan gelombang uninstall TikTok menjadi penanda awal pergolakan di ekosistem media sosial AS. Pergeseran ini menunjukkan betapa sensitifnya isu privasi data dan persepsi netralitas platform di tengah iklim politik yang terpolarisasi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :