Wamen Investasi Patok Target Rp2,250 Triliun di 2026, Fokus Tingkatkan Daya Saing di Tengah Fluktuasi IHSG

Wamen Investasi Patok Target Rp2,250 Triliun di 2026, Fokus Tingkatkan Daya Saing di Tengah Fluktuasi IHSG

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menegaskan optimisme pemerintah dalam mengejar target realisasi investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp2,250 triliun.

Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami fluktuasi, pemerintah meyakini bahwa fundamental investasi sektor riil tetap kokoh, terutama di wilayah strategis seperti Kota Batam.

Dalam keterangannya kepada awak media di Hotel Martiot Batam, Todotua Pasaribu menanggapi santai penurunan IHSG yang terjadi baru-baru ini. Menurutnya, pergerakan pasar saham merupakan cerminan dari tingkat kepercayaan (trust) pasar yang bersifat dinamis, namun tidak selalu berkorelasi langsung dengan konsolidasi investasi jangka panjang.

Todo mengamati bahwa IHSG sempat terkoreksi namun segera menunjukkan tanda-tanda pemulihan (rebound). Ia menilai ada faktor teknis atau handicap lain yang dilihat pasar, yang tidak serta merta menggoyang fundamental ekonomi Indonesia.

"Market is market, tetapi kita harus kembali kepada trek kita. IHSG itu soal trust. Kita lihat sekarang sudah mulai beranjak naik lagi. Artinya, ini tidak selalu berkorelasi langsung secara konsolidasi atau fundamental terhadap investasi riil," ujar Todotua Pasaribu di Batam, Kamis (29/1/2026).

Pemerintah saat ini terus memantau indikator transparansi pelaku pasar guna memastikan stabilitas investasi tetap terjaga.

Setelah sukses melampaui target tahun 2025, Todo mengungkapkan bahwa tantangan di tahun 2026 akan lebih besar namun tetap realistis. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, investasi nasional mencapai Rp1,931 triliun atau sekitar 103% dari target awal sebesar Rp1,905 triliun.

"Untuk tahun 2026, angkanya kurang lebih sekitar Rp2,250 triliun. Ini adalah tantangan (challenge), bukan sekadar angka, tapi bagaimana kita menciptakan investasi yang berkualitas dan memiliki daya saing," tegasnya.

Fokus utama Kementerian Investasi dan Hilirisasi di bawah Kabinet Merah Putih adalah mendorong efisiensi melalui konsolidasi peraturan, kemudahan perizinan, serta kebijakan fiskal dan non-fiskal yang suportif. Hal ini dilakukan demi mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

Wamen menekankan bahwa investasi yang masuk ke Indonesia, termasuk yang masuk ke kawasan industri di Batam, harus memiliki biaya produksi yang kompetitif.

"Jika kita berinvestasi dengan biaya produksi yang mahal, maka dampaknya akan diserap oleh konsumen. Harga produk menjadi mahal. Kami berusaha keras menekan angka cost investasi dan cost produksi di Indonesia agar kualitasnya jauh lebih baik dan harga di tingkat konsumen tetap terjangkau," jelas Todo.

Bagi Batam sebagai salah satu motor investasi di Kepulauan Riau, pernyataan Wamen Todo Tua Pasaribu menjadi angin segar terkait kepastian regulasi.

Pemerintah berkomitmen memastikan pelayanan perizinan tetap berjalan baik guna menarik investor asing maupun domestik.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :