Kapal LCT Kandas di Perairan Tanjung Pinggir, Limbah Hitam Cemari Pantai Dangas

Kapal LCT Kandas di Perairan Tanjung Pinggir, Limbah Hitam Cemari Pantai Dangas

Petugas KPLB Batam Saat Mendatangi Kapal LCT Mutiara Galrib Samudera yang kandas di perairan Dangas, Kelurahan Tanjung Pinggir pada hari Kamis (29/1) sore. (Foto: dok.KSOP Batam)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Kabar kurang sedap datang dari perairan Sekupang. Kapal LCT Mutiara Galrib Samudera yang sedang mengangkut limbah, kandas di perairan Dangas, Kelurahan Tanjung Pinggir pada hari Kamis (29/1/2026) sore. Akibat kejadian ini, pencemaran laut pun tak terhindarkan. Saat ini, petugas tengah berupaya keras melokalisir tumpahan limbah agar tidak semakin meluas.

Berdasarkan informasi di lapangan, kapal tersebut diketahui mengangkut sekitar 200 jumbo bag limbah hitam. Karena posisi kapal yang kandas, sebagian muatan diduga jatuh ke laut. Dampaknya cukup parah, limbah tersebut mencemari perairan hingga mencapai bibir Pantai Dangas dan Pantai Tangga Seribu di kawasan Patam Lestari.

Jika dirunut perjalanannya, kapal ini awalnya mengambil limbah hitam dari sebuah kapal tanker di perairan Batu Ampar. Setelah sempat dibongkar di Pelabuhan Bintang 99, kapal tersebut melanjutkan perjalanan menuju kawasan Kabil. Namun nahas, saat melintasi perairan Patam Lestari, kapal justru kandas.

Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini sempat membuat tegang. Proses evakuasi enam kru kapal dibantu oleh nelayan sekitar lokasi. Namun, warga pesisir kini harus menanggung dampak lingkungannya. Pasir pantai yang biasanya bersih kini tampak kotor mengkilap akibat sisa-sisa limbah hitam, yang otomatis mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, memastikan pihaknya bergerak cepat menangani masalah ini. Hingga Jumat (30/1/2026) pagi, upaya pembersihan masih terus dilakukan.

"Hingga saat ini, petugas gabungan fokus melakukan langkah-langkah pengendalian agar limbah tidak semakin meluas ke kawasan pesisir," katanya, Jumat (30/1/2026) pagi.

Demi membendung tumpahan limbah agar tidak menyebar lebih jauh, petugas telah menurunkan oil boom. Berbagai unsur dikerahkan dalam misi penyelamatan lingkungan ini, mulai dari kapal pangkalan Tanjung Uban, kapal patroli Sarotama, hingga kapal milik Pertamina.

"Kita fokus agar pencemaran tidak meluas, dengan mengerahkan tiga kapal Oil Boom," ujar Takwim.

Takwim juga kembali menegaskan bahwa seluruh kru kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Fokus utama otoritas saat ini adalah memastikan laut dan pesisir kembali bersih dari limbah.

Pihak KSOP menduga kuat faktor cuaca buruk menjadi pemicunya. Angin kencang dan ombak besar saat kejadian diduga membuat kapal hilang kendali dan menabrak batu atau karang. Meski begitu, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan.

"Informasi sementara kapal kandas karena cuaca buruk sore kemarin, angin kencang dan ombak besar sehingga kapal kandas saat melintas," pungkasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :