Usulan Warga Tembus Rp9 Triliun, Amsakar Achmad: Skala Prioritas Jadi Kunci Pembangunan Batam
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengingatkan warga untuk lebih selektif dalam menyusun rencana pembangunan. (Foto: dok.Diskominfo)
Batam, Batamnews – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengingatkan warga untuk lebih selektif dalam menyusun rencana pembangunan. Hal ini disampaikan Amsakar saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Batamkota di Graha Pena Hall, Senin (26/1/2026).
Pesan tersebut bukan tanpa alasan. Amsakar mengungkapkan adanya ketimpangan yang cukup besar antara aspirasi masyarakat dengan kemampuan anggaran daerah.
“Ini adalah ajang kompetisi usulan. Dengan keterbatasan anggaran, total usulan masyarakat mencapai Rp9 triliun, sementara APBD kita berada di angka Rp4,29 triliun. Karena itu, skala prioritas menjadi kunci. Dahulukan kepentingan masyarakat yang lebih luas, seperti pembangunan sekolah, dibandingkan kepentingan lingkungan kecil,” tegas Amsakar di hadapan tokoh masyarakat dan jajaran OPD yang hadir.
Menurut Amsakar, pembangunan di Batam selama ini menggunakan dua jalur: aspirasi dari bawah (bottom-up) dan integrasi visi kepala daerah (top-down). Sejauh ini, sejumlah proyek fisik di Batamkota pun sudah membuahkan hasil, seperti perbaikan akses jalan dari arah BNI menuju underpass, kawasan perkantoran, hingga progres jalan Cikitsu yang ditargetkan segera tembus ke SMA Negeri 3 Batam.
Tak hanya soal aspal dan beton, Amsakar juga memastikan program sosial tetap berjalan konsisten. Mulai dari seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, insentif bagi 4.000 lansia, hingga pinjaman modal tanpa bunga untuk UMKM. Selain itu, beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan kurang mampu juga terus disalurkan.
Terkait keluhan mendasar warga soal air bersih, Amsakar membawa kabar baik. Ia menjelaskan bahwa lelang proyek air bersih akan dimulai pada Januari hingga Februari ini, dengan target rampung pada Juli atau Agustus mendatang. Begitu juga dengan masalah sampah yang perlahan mulai teratasi.
“Persoalan sampah mulai berangsur normal sejak akhir tahun lalu. Kami juga merencanakan penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memperkuat armada alat berat di TPA agar antrean kendaraan pengangkut tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Menutup arahannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas kota, termasuk dalam bermedia sosial. Ia meminta warga tidak mudah terprovokasi narasi negatif yang bisa memecah belah persatuan.
“Mari kita jaga nama baik daerah ini dengan narasi yang membangun. Membuang sampah pada tempatnya dan meluruskan informasi yang keliru merupakan kontribusi nyata warga. Kita dorong perencanaan pembangunan yang partisipatif demi mewujudkan Batam sebagai Bandar Dunia Madani,” pungkasnya.

Komentar Via Facebook :