Protes Krisis Air, Warga Tanjung Sengkuang Segel Aliran Air Kantor DPRD Batam
Setelah berulang kali turun ke jalan, warga kini melakukan aksi simbolik yang drastis dengan menyegel aliran air menuju Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (22/1/2026). (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews – Krisis air bersih yang berkepanjangan di wilayah Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, memicu kemarahan warga yang kian memuncak. Setelah berulang kali turun ke jalan, warga kini melakukan aksi simbolik yang drastis dengan menyegel aliran air menuju Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (22/1/2026).
Penyegelan dilakukan di pusat meteran air yang terletak di bagian belakang Kantor DPRD Batam, Jalan Engku Putri, Batam Kota. Aksi ini disaksikan langsung oleh Anggota Komisi II DPRD Batam, Ruslan Sinaga, yang turun menemui massa.
Dalam orasinya sebelum melakukan penyegelan, Samsudin, perwakilan warga, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk protes nyata agar para pejabat merasakan langsung penderitaan rakyat.
Dengan iringan doa, ia mengikat dan mengunci aliran air tersebut. "Bismillahirohmaniroohim, diikat," cetus Samsudin tegas.
Akibat aksi ini, aliran air di wastafel, toilet kantor, hingga kran di musala DPRD Batam dipastikan mati total selama 2x24 jam ke depan.
Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura)
Setelah melakukan penyegelan di luar, perwakilan warga diperbolehkan masuk ke ruang rapat Komisi II untuk melakukan audiensi. Di hadapan Ruslan Sinaga, warga menyampaikan tiga tuntutan utama yang disebut sebagai bentuk "Tritura" versi mereka:
- Penyelesaian Cepat: Menuntut solusi instan atas krisis air yang mencekik warga.
- Keadilan Sosial: Jika air di rumah warga mati, maka kantor pejabat harus ikut merasakan hal yang sama agar ada empati dalam mengambil kebijakan.
- Tanggung Jawab Jabatan: Meminta pejabat terkait atau pihak operator untuk mundur jika tidak mampu mengatasi permasalahan air di Batam.
"Pertama, seluruh anggota dewan harus segera turun mengatasi masalah kebutuhan air bersih. Jika air di rumah warga mati, maka kantor perwakilan kami pun harus merasakan hal yang sama. Ini supaya adil," ujar Ruslan Sinaga saat membacakan kembali tuntutan warga di ruang rapat.

Komentar Via Facebook :