Super Flu Masih Terkendali, Kemenkes Ungkap Varian H1 Justru Dominan
Ilustrasi.
Jakarta, Batamnews - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan kasus infeksi Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu tidak mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, mengatakan Indonesia bahkan telah melewati puncak peningkatan kasus influenza musiman. Ia menegaskan, sejauh ini situasi masih terkendali.
"Indonesia sudah melewati puncak peningkatan kasus influenza musiman,” kata Prima.
Menariknya, bukan varian super flu yang kini mendominasi penyebaran. Dalam sepekan terakhir, justru virus Influenza subtipe H1 yang lebih banyak ditemukan di Indonesia.
“Di satu minggu terakhir itu malah yang ada itu adalah sub-tipe H1. Jadi bukan H3,” ujar Prima di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026), seperti dikutip dari detikhealth.
Meski demikian, Kemenkes tetap mengingatkan potensi penyebaran super flu masih bisa terjadi, terutama akibat tingginya mobilitas antarnegara. Masyarakat, khususnya yang bepergian ke luar negeri, diminta tetap waspada.
Prima mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk menggunakan masker meski tidak sedang sakit.
“Pakai masker walaupun tidak sakit, kemudian tentu PHBS umum ya. Cuci tangan dengan sabun, kemudian makan yang bergizi, istirahat yang cukup. Itu tetap,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa influenza pada dasarnya merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam menghadapi penyakit ini.
Hingga awal Januari 2026, tercatat sebanyak 62 kasus super flu di Indonesia, dengan Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang kasus terbanyak.
Sebagai informasi, super flu merupakan penyakit pernapasan akibat subvarian virus Influenza A. Di sejumlah negara, subvarian ini sempat memicu lonjakan kasus flu dengan gejala yang dilaporkan lebih berat.
Kelompok anak-anak, lanjut usia (lansia), serta orang dengan penyakit penyerta atau komorbid menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami gejala parah akibat super flu.

Komentar Via Facebook :