Blink182... Cinta Masa Remaja Saya

Blink182... Cinta Masa Remaja Saya

Blink 182. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Oleh: Abang Mat

Saya betul-betul mulai mengikuti Blink182 itu awalnya di tahun 2003, waktu saya masih SMP. Meskipun kalau sekedar tau itu udah lama. Bahkan saya pernah punya kaos bergambar kartun Blink182. Dan sering lihat sampul album-albumnya di kedai kaset. Tahun 1999-2002 band barat yang paling sering saya dengar adalah Linkin Park. Setelah terdengar lagu Blink182 di rumah kawan saya dan nonton videonya, selera saya jadi berubah total. Album ENEMA OF THE STATE lah yang mengenalkan saya dengan Blink182. Hasil pinjaman dari kawan, yang kumpulan kasetnya tergolong lengkap pada waktu itu. Selain ENEMA Of The State, saya juga punya vcd Blink182 yang isinya gabungan video clip dan video konsernya di Aussie. Saya beli kaset vcd ini di kedai CD deretan Gramita, depan bioskop lama. VCD inilah yang awalnya membuat saya banyak tau dengan Blink182. Dan mempengaruhi pemikiran saya dengan Blink182.

Dari hasil pengamatan saya di vcd itu dan semua band barat pada masa itu, saya merasa Blink182 band yang keren banget. Bahkan yang terkeren diantara semuanya. Bukan cuma lagu-lagunya tapi juga gayanya, rambutnya, tattonya, tindiknya, kuteknya, posternya, sampul albumnya, video klipnya, dan yang terpenting adalah penampilan mereka di panggung yang sangat menghibur. Video clip mereka bukan cuma keren tapi juga lucu-lucu. Sangking senangnya dengan Blink, di sekolah saya sampai menambahkan Barker pada nama belakang saya. Periode 1999-2003 gaya rambutnya Travis selalu berbeda di semua video clipnya, sampai dia tetap dengan gaya mohawknya sejak akhir 2003. Blink182 ini tiga anggotanya keren semua. Tak ada satu orang yang lebih keren dibanding yang lain. Dan semuanya adalah icon bandnya. Drumnya Travis Barker adalah drum yang paling saya suka, bukan cuma permainannya. Travis selalu membuat drumnya terlihat cantik, bukan hanya permainannya. 

Walaupun semuanya keren tapi dalam pandangan saya, yang paling saya suka adalah Tom DeLonge. Nama lengkapnya Thomas Matthew DeLonge. Saya paling suka dengan gayanya saat konser. Pemikirannya juga berbeda dengan orang-orang barat lainnya. Tom suka dengan Alien dan UFO, hehehe. Makanya dia ada buat lagu judulnya Alien Exist. Tom juga orang yang peduli dengan perpolitikan negaranya. Di tahun 2004 beliau mendukung John Kerry sebagai calon Presiden Amerika. Semua berita tentang Blink182 pada zaman itu adalah bacaan kegemaran saya. Saya dapatkan beritanya dimana-mana, untuk memuaskan keingintahuan saya. Mulai dari majalah-majalah di Mymart sampai di websitenya yang saya baca di kedai internet. Bahkan pernah di TV saya tunggu sampai tengah malam, walau ternyata tak ada. Kamar saya penuh dengan poster Blink182. Setiap jumpa poster dan striker Blink182 dimanapun selalu saya usahakan saya beli. 

Album Enema Of The State... semua lagunya keren. Dalam pendengaran saya semua lagunya layak dibikin video clip. Ini album kegemaran saya sepanjang masa. Album pop punk terbaik dalam pendengaran saya. Musiknya benar-benar sedap di telinga. Mendengarkan album ini rasanya seperti habis mandi, sangat menyegarkan badan dan perasaan. Cocok dengan saya sampai sekarang. Tiga orang dengan dua vokalis yang suaranya sama-sama khas. Masing-masing berganti nyanyi di lagu yang berbeda, dan ada juga di lagu-lagu yang mereka saling melengkapi. Mark yang suaranya dingin dan Tom yang suaranya tinggi, dua-duanya keren. Dengan suara bass yang bisa saya rasakan. Saya paling suka bass di Anthem. Dilengkapi dengan gebukan drum Travis Barker yang sempurna. Hasil kejeniusan anak bangsa Amerika. Bagi saya Travis Barker adalah drumer terhebat di dunia, dia jenius. Ilham bagi banyak drumer sedunia. Ditambah lagi dengan rambut gimbal dan tatto radio di perutnya saat itu, membuat dia terlihat semakin keren.

Waktu saya SMP saya sering mendengar All The Small Things, karena zaman itu All The Small Things mendunia banget. Nyanyian semua anak sekolah pada masa itu. Sampai-sampai saya bikin band yang sering memainkan All The Small Things. Meskipun band saya juga memainkan Adam's Song, What's My Age Again, The Rock Show, dan First Date. Ini didukung dengan kawan saya waktu itu yang punya studio tercanggih di Batam... MAESTRO. By the way, saya belajar gebuk drum langsung dari Travis Barker. Maksudnya hasil rutin nonton video-videonya, hehehe. Yang setelah faham, ditiru dan diamalkan berulang-ulang sampai lancar. Dengan cara mukul-mukul paha dan menghentakkan kaki di lantai, hehehe. Sangking semangatnya band saya waktu itu, kami sampai merekam latihan kami dalam satu album lewat Sony Walkman yang saya beli dari duit hari raya. Malangnya album bersejarah itu sekarang entah dimana, saya tak tau. Yang tersisa hanya foto-foto lama. 

Antara album Enema of The State dan Take Off Your Pants And Jacket, itu diselingi album The Mark, Tom, and Travis Show. Di album ini mereka menampilkan lagu Man Overboard yang menceritakan tentang keluarnya Scott Raynor. Setahun kemudian, album Take Off Your Pants And Jacket diluncurkan. Saat pertama kali dengar rekaman aslinya saya terpesona dengan Anthem Part Two, karena intronya keren banget. Apalagi itu lagu pembukaannya. Seperti suara tembakan mendadak. Endingnya juga keren banget. Syair yang saya ingat di lagu ini adalah "KIDS CAN'T VOTE, ADULTS ELECT THEM''. Di album ini Blink182 bukan hanya muncul sebagai band terpopuler di dunia tapi semua anggotanya menjadi icon fashion internasional. Karena tiga-tiganya keren banget. Mereka adalah tiga orang terkeren di dunia pada saat itu, pujaan ratusan juta orang di dunia. Masing-masing dari mereka mempunyai bisnisnya sendiri dibidang pakaian. Mark Hoppus dengan Atticusnya, Tom DeLonge dengan Macbethnya, dan Travis Barker dengan Famousnya. By the way lagu kegemaran saya di album ini adalah Please Take Me Home.

Setelah album TOYPAJ selesai, Tom di tahun 2002 bikin proyek pribadi dengan Travis yang bernama Boxcar Racer. Saya tak langsung suka dengan album ini, meskipun ada lagu yang saya suka. Yaitu Letters To God. Bertahun-tahun kemudian baru saya menyadari bahwa album ini keren banget. Lagu kegemaran saya di album ini adalah And i dan Cat Like Thief. Yang tak saya sangka dalam album ini ternyata penutupnya adalah lagu bernuansa jawa. Tom dengan kejeniusannya menggabungkan musik punk rock dengan gamelan jawa yang keren banget rasanya. Sedangkan Mark Hoppus di tahun ini jadi bintang tamu di albumnya Simple Plan dengan ikut menyanyikan lagu I Do Anything, walaupun hanya satu baris. Waktu itu rasanya saya senang dan bangga. Di Boxcar Racer Mark Hoppus juga jadi bintang tamu di lagu Elevator, sebagai penghormatan Tom dan Travis kepada Markus Allen Hoppus. Yang saya sayangkan dari album ini adalah video clipnya sedikit. Inilah kekurangan Blink182, video clipnya tak banyak di setiap album.

Lanjut ke album di tahun 2003. Inilah album pertama saya sebagai penggemar Blink182. Waktu itu rasanya saya senang bukan main dengan album ini. SENANG SESENANG-SENANGNYA. Meskipun album ini warna musiknya berbeda dengan Enema dan TOYPAJ. Tapi bertahun-tahun kemudian saya bisa menerima kemauan mereka saat itu yang saya anggap bermain dengan citarasa baru mereka. Rap dan reff Feeling This saya suka banget. Video pertama mereka saya tonton di TV 5. Tom disitu keren banget dengan kaos Atticus dan rambut Emonya. Dan gaya panggungnya tentunya yang tak ada duanya. Mark dan Travis juga keren. Gaya Tom waktu itu menjadi panduan utama dalam setiap penampilan saya. Herannya dan untungnya saya, saat di SMA warna celana sekolah saya sama persis dengan warna celananya Tom di salah satu posternya. hehehe. Kebetulan atau gimana, saya juga gak tau waktu itu. Karena walaupun sama abu-abu tapi warna abu-abunya itu berbeda-beda. 

Video terkeren di album ini adalah Down. Khususnya di penampilan bandnya. Semua anggotanya keren banget disini. Apalagi Tom DeLonge dengan kemeja putih dan celana hitamnya. Pengambilan gambarnya keren. Always juga saya suka banget videonya tapi sayang dibelah tiga. Saya tak ngerti maksudnya apa. Kalau dari penceritaan, yang paling bagus adalah Always. I miss you juga keren, mereka tampil dengan gaya klasik. Di album ini saya menganggap Tom mencapai kesempurnaannya sebagai seorang musisi. Album yang hebat telah dihasilkan pada 1999 dan icon fashion internasional telah melekat dengan citra mereka sejak 2001. Di album tahun 2003 ini disempurnakan dengan gitar yang keren banget. Berbentuk gitar akustik dan berwarna merah hati. Yang dirancang Gibson khusus untuk Tom DeLonge. Mark juga dengan bass pinknya, bass terkeren dalam pandangan saya. Ini semua membuat Mark, Tom, dan Travis sebagai gabungan musisi paling keren di dunia. Sempurna.

Saya pribadi waktu SMA ingin mempunyai sepatu Macbeth seperti yang biasa dipakai Tom, karena kegemaran saya yang suka dengan sepatu. Kawan saya yang pertama kali mempunyai Macbeth pada waktu itu adalah Abang Reda Yazid, kemudian Hari dan Farid. Dalam pandangan saya waktu itu Reda dan Hari adalah orang kaya, hehehe. Karena bokapnya dua-duanya pejabat. Sesederhana itu saya dulu dalam menganggap seseorang itu kaya, PUNYA SEPATU MACBETH. Sekarang yang tetap ingin saya miliki adalah kaos-kaosnya Mark, Tom, dan Travis. Misalnya Macbethnya Tom yang kuning bergambar vespa dan Atticusnya yang di Feeling This. Jaket-jaketnya Tom juga. Tahun 2013 saya telusuri di Far East Plaza, saya dapatnya di Takashimaya. Tapi yang saya dapat bukan Macbeth yang saya mau, tapi saya tetap senang. Setidaknya punya. Meskipun saya kecewa karena dibuatnya bukan di California. 

Malangnya pada tahun 2005 saya dapat kabar Blink182 istirahat panjang sampai waktu yang tak ditentukan, setelah Blink182 meluncurkan album Greatest Hitsnya. Setelah saya dapat jawabannya, adalah karena Tom sudah mencapai tahap jenuh pada saat itu. Jadi beliau mau lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak-anaknya yang masih kecil, Ava dan Rocket. Ini jawaban versi saya sendiri tentunya, hehehe. Saya yang waktu itu sedang semangat-semangatnya menggemari Blink182 tentu kecewa berat, disaat sedang cinta-cintanya mereka malah bubar. Bisa dibayangkan. Sama seperti serie A di RCTI dulu. By the way... Not Now yang merupakan lagu pemuncak di zaman pertama Blink182 itu keren banget, sayangnya intronya lama. Sampai sekarang Not Now adalah salah satu lagu Blink182 yang paling saya gemari. Saya membayangkan andai video clipnya dibuat seperti video-video yang lain, pasti keren banget. Syair yang saya suka di lagu ini adalah ''God has a master plan''. 

Ternyata tak lama setelah itu setahun kemudian ada berita dari Tom DeLonge bahwa beliau membuat band baru yang bernama Angels And Airwaves. Yang terilhami dari nama anak gadisnya. Saya tau ini udah lama sebenarnya karena waktu itu saya rutin mengikuti websitenya. Kalimat yang paling saya ingat dari berita-berita di website adalah "I won't let you down". Kata-kata ini rasanya keren banget dipikiran saya waktu itu, hehehe. Di album pertamanya lagu-lagu AVA terasa berbeda dengan lagu-lagu Blink182. Album ini sedap didengar di dalam kamar saat malam hari dan dalam keadaan gelap. Supaya ada perasaan seolah-olah sedang terbang mengelilingi angkasa. It Hurts adalah lagu pertama yang saya suka di album ini. Distraction lagu yang saya sukai dimasa saya kuliah. Saya juga paling suka dengan The War yang dimainkan saat konser tahun 2007. Tom, David, Matt, dan Atom adalah bentuk terbaik Angels And Airwaves dalam pandangan saya. 

Disisi lain, Mark Hoppus dan Travis Barker di tahun ini ternyata juga membuat band baru bernama +44 yang mendunia dengan lagunya When Your Heart Stop Beating. Mereka mengajak Shane Gallagher dan Craig Fairbaugh dalam proyek ini. Make You Smile adalah lagu yang manis di album ini. By the way saya pengen banget punya kaos yang dipakai Mark di video clipnya, hehehe. Pada tahun ini juga Mark membuat website pribadinya bernama himynameismark.com  Seingat saya disini Mark membuat podcast. Saya seneng banget mengetahui website pribadi Mark ini, ada perasaan bangga sebagai orang yang terawal tau. Padahal itu mungkin hanya untuk yang di indonesia, hehehe. Kaos mark di website ini juga saya pengen. Travis di tahun yang sama juga melanjutkan proyek pribadinya bernama Transplants. Di tahun ini juga lagu legendaris Starlight, Welcome To The Black Parade, dan Where'd You Go diluncurkan. Tahun ini penuh dengan lagu-lagu yang istimewa.  

Masuk kuliah, saya mendengar album kedua Angels And Airwaves. Mendengar Everything's Magic rasanya seperti minum air dingin saat sedang panas kehausan, hehehe. Fresh banget musiknya. Tapi sejak saat itu saya mulai jarang mengikuti berita  Blink182 lagi. Karena saya sibuk kuliah dan menelusuri lagu-lagu lain. Berita penting yang muncul pada zaman ini adalah meninggalnya Jerry Finn, tokoh utama dibelakang layar yang melahirkan Enema dan TOYPAJ. Berita penting lainnya muncul di tahun 2009, Blink182 bersatu lagi setelah Travis selamat. Saya sangat bersyukur dengan selamatnya Travis dari peristiwa yang mengerikan itu. Tapi setelah saya renungkan ulang, penyatuan ulang saat itu rasanya bukan benar-benar dari hati. Tapi adalah karena rasa cemas Tom apabila Travis meninggal. Itu wajar. Tapi apapun sebabnya itu, bagi saya yang penting adalah mereka bersatu lagi. Meskipun sebenarnya tak harus saat itu. 

Saya PALING SUKA dengan gayanya Tom, terutama penampilannya di panggung. Tapi sejak di AVA saya menyadari Tom telah mengubah gayanya di panggung, tak seperti di periode 1995-2005. Yang awalnya dalam pandangan saya terasa aneh gaya barunya itu. Saya pribadi lebih suka Tom yang dulu, yang terilhami dari Fugazi. Tapi saya maklum mungkin karena sebab umur dan mungkin sebab supaya ada musisi lain diluar Blink182 yang nampak lebih keren, hehehe. Saya melihat sepertinya Tom sudah tetap dengan gayanya yang sekarang. Kenyataan ini bagi saya tak mengubah pandangan saya yang menganggap Tom DeLonge adalah LELAKI TERKEREN DI DUNIA. Karena fashionnya sampai sekarang tetap keren. Ditambah lagi dengan kehidupannya yang membumi. Dan senangnya saya... sejak berinstagram, di Instagram sering muncul kalimat yang berkata "Tom was right". Mungkin perasaan pembuat kalimat ini sama dengan perasaan saya saat melihat Tom sejak di AVA. 

Tom DeLonge mulai benar-benar terlihat ganteng sejak tahun 2000. Khususnya di 2001 dan puncaknya di album tahun 2003. Satu hal utama yang membuat beliau nampak ganteng dan terasa keren banget itu adalah gaya rambutnya. Dilengkapi dengan fashionnya, tindik di bibirnya, kutek dikukunya, dan tattonya yang bergambar gedung di awan, YANG DALAM PANDANGAN SAYA ITU KEREN BANGEEEEEET. Apalagi tingkahnya yang sering konyol, semakin membuat dia terlihat keren. Keren tapi konyol, hehehe. Itu sebabnya dulu dimasa remaja saya ingin mempunyai gaya rambut seperti Tom tapi tak pernah terwujud, hehehe. Dulu saya mengira Tom seperti ada campuran China dan Nusantara. Tapi sekarang saya menyimpulkan Tom mempunyai darah Indian. Saya tak tau dari suku apa pastinya, tapi mungkin dari pribumi California. Karena Tom adalah keturunan campuran suku Jerman, suku Inggris, dan suku Irish yang membesar di kota Poway. Btw saya menyayangkan Tom yang menambah tattonya di tangan sejak tahun 2003, karena pada saat itu sebenarnya dia udah ditahap terkeren. 

By the way dimasa kuliah, saya baru tau ada lagu Blink182 di TOYPAJ yang tak ada di album TOYPAJ yang saya punya, lagu itu adalah What Went Wrong?... keren lagunya. Ternyata bertahun kemudian setelah saya telusuri di Youtube, bukan cuma lagu ini yang tak ada di TOYPAJ saya tapi juga ada tiga lagu lain di TOYPAJ yang tak ada di TOYPAJ edisi indonesia. Dikhususkan hanya untuk pendengar di Amerika dan Kanada. Termasuk lagu Happy Holiday yang lebih lengkap. Saat itu saya baru tau dengan pengistimewaan-pengistimewaan seperti ini. Seingat saya di Jepang juga ada pengistimewaannya. Saya pikir semoga dimasa depan wilayah saya menjadi satu-satunya wilayah di Nusantara yang mendapat keistimewaan seperti ini, hehehe. Misalnya...  Atticus, Macbeth, dan Famous hanya dijual di wilayah saya, hehehe. Di impor langsung dari California. Dan satu-satunya wilayah di Nusantara yang didatangi Blink182 adalah wilayah saya. Karena saya tau orang-orang saya bukanlah orang-orang yang sombong.  

Lulus kuliah, saya senang Blink182 meluncurkan album barunya yang bernama Dog Eating Dogs. Yang membuat saya senang dengan album ini adalah karena ada sekitar 50% rasa TOYPAJ di dalamnya. Sehingga terasa mengobati kerinduan dan kehilangan saya. Tapi sayangnya lagu di album ini tak banyak. Mendengar Boxing Day di Marina Bay Sands itu keren banget rasanya. Setahun sebelum itu Blink182 meluncurkan Neighborhood. Sejak saat itu saya sudah jarang mengikuti berita tentang Blink182, bahkan saya lambat tau dan tak terkejut saat dapat kabar Tom keluar lagi dari Blink182. Saya menduga jiwa Tom sudah tak di Blink182 lagi. Sejak saat itu jabatan Tom DeLonge di Blink182 digantikan Matt Skiba. Lagu yang saya suka di zaman ini adalah Home is Such A Lonely Place. Satu hal penting yang perlu diingat dalam perubahan musik Blink182 adalah permainan Travis Barker tetap luar biasa, hiasan-hiasannya di setiap lagu tetap yang terhebat. Apapun itu albumnya. 

Sejak keluar dari Blink182, Tom kembali ke AVA, CINTANYA YANG LAIN. Di antara semua lagu baru AVA yang saya tau, saya paling suka dengan lagunya yang berjudul All That's Left is Love. Di lagu ini rasanya Tom terasa seperti sudah dipuncaknya sebagai seorang manusia. Terasa sangat dewasa dan penuh arti nuansa lagunya. Bukan mengejar pamor dan pengaguman lagi. Pemandangan di menit 3:23 dalam video clipnya sangat mengesankan saya, ideal dibuat lukisan. Sekitar tahun 2021 saya dapat kabar Mark Hoppus terkena kanker, saya terkejut karena walaubagaimanapun Mark nampak sebagai seorang yang sering bergerak lincah, setidaknya di panggung. Sebagai penggemar Blink182, sudah tentu saya mengharapkan yang terbaik untuk Mark. Dan Alhamdulillah Mark sembuh. Syukur alhamdulillah. Jack juga sudah lulus kuliah. Tentu ini sesuatu yang membanggakan bagi setiap orangtua. 

Yang menyenangkannya disaat saya sedang sibuk ditahap-tahap akhir mengerjakan kamus saya, datang berita mengejutkan. Yaitu Tom kembali ke Blink182. Bersatu lagi. Malangnya, sehari setelah peluncuran lagu barunya pada 15 oktober 2022 saya jatuh sakit, disihir musuh saya. Berbulan-bulan saya sakit, sampai membuat saya tak bisa menonton piala dunia 2022. Saya memilih Turn This Off sebagai lagu kegemaran saya di album terbaru mereka. Sayangnya lagu ini terlalu singkat. Kenapa saya suka lagu ini? ... karena rasanya ENEMA banget. Saya harap semoga ada versi panjangnya. Btw saya suka sampul album ini, foto masa kecil mereka. Di tahun 2021 saya juga mendengarkan album-album lama Blink seperti Buddha dan Flyswatter. Kalau Cheshire Cat dulu saya punya albumnya tapi tak dikembalikan kawan saya. Padahal jarang ada yang punya album itu di Indonesia. Dude Ranch juga saya dengarkan. Hasil dari semua pendengaran saya, Travis lah yang membuat lagu-lagu Blink182 menjadi lebih keren.

Satu hal yang tak pernah saya sangka adalah ternyata hidup saya terhubung dengan Tom Delonge dan anggota Blink182 lainnya, bukan hanya sebatas dalam hal penggemar dengan idolanya. Saya menyadari ini sejak 2018 setelah melihat foto-foto Tom di Instagramnya. Dan saya mulai lebih terhubung dengannya pada pertengahan 2022, menelusuri kalimat-kalimat di kamus yang ditelusuri berdasarkan petunjuk yang ada di status-statusnya. Syukur alhamdulillah dulu di 2018 saya sudah melihat foto-fotonya. Karena ternyata setelah saya lihat ulang pada minggu kemaren, semua foto lamanya sudah tak ada. By the way bukan hanya foto-fotonya Tom yang saya lihat, tapi juga foto-fotonya Mark dan Travis. Meskipun tak semua. Dan ternyata... mereka menyapa saya lewat petunjuk-petunjuk yang mereka buat difoto-foto mereka, hehehe. Saya merasa terkejut, terharu, dan senang. Terima kasih banyak om, it's meant so much to me.

Saya bisa faham dengan perubahan musik Tom sesuai dengan perjalanan hidupnya. Dia ingin rasa yang lain dalam kiprah musiknya. Tapi mungkin Tom tau, saya mendambakan lagu-lagu baru Blink182 yang seperti dulu, lagu-lagu dengan rasa Enema dan TOYPAJ. Apa sebab? ... karena inilah yang membuat saya menyukai Blink182. Tapi kalaupun lagu-lagu dengan rasa seperti itu tak dibuat lagi, saya tetap mendukung Blink182. Setidaknya mereka masih hidup sampai sekarang saya sudah bersyukur. Blink182 adalah band kegemaran saya sepanjang masa, cinta masa muda saya. Saya suka dengan banyak hal tentang mereka, termasuk anggota keluarga mereka. Saat melihat Alabama dan Landon sudah seperti sekarang, rasanya tak nyangka ternyata sudah cukup lama saya menggemari Blink182. Meskipun tergolong penggemar yang terlambat, hehehe. Apalagi sekarang mereka juga sudah punya Rocky, membuat keluarga mereka bertambah besar. Malangnya dulu Meet the Barkers tak tayang di indonesia, saat saya sedang semangat-semangatnya. Setelah puluhan tahun menjadi penggemar mereka, sampai sekarang saya tetap beranggapan mereka adalah band terkeren di dunia. Walaupun itu dengan melihat fashion mereka di 25 tahun yang dulu.

Saya pernah membuat teori sendiri pada tahun 2021 berdasarkan pengalaman pribadi saya puluhan tahun mengikuti Blink182, yaitu ... "Di generasi saya, orang-orang yang gayanya keren itu rata-rata dimasa mudanya adalah penggemar Blink182. Atau setidaknya tau dengan Blink182...''. Di Batam, saya menobatkan kawan lama saya Abang Reda Yazid sebagai lelaki terkeren di Batam. Gayanya selalu menyenangkan mata saya. Dalam pandangan saya, dia cocok menjadi bintang iklan Macbeth untuk wilayah Asia. Apalagi rambutnya selalu keren, hehehe. Kalau saya ada kesempatan jumpa Blink182, dia lah kawan yang insya Allah saya ajak. Btw Blink182 bukan hanya band yang membuat banyak anak muda bertekad menjadi pemain band tapi juga mempengaruhi gaya berpakaian generasi pada masanya. Bahkan sampai sekarang. Pakaian-pakaian yang dipakai Mark, Tom, dan Travis pada dua dekade yang dulu tetap terlihat keren saat dipakai pada hari ini. 

Sekarang... di umur saya yang sudah tak remaja lagi, harapan saya tak banyak. Saya doakan semoga Blink182 sekeluarga sehat selalu dan lancar dalam setiap urusan. Seimbang antara band dan keluarga. Kemauan saya adalah Dysentery Gary dibuat video clipnya. Selagi semua anggota Blink182 masih hidup. Dan Tom kembali seperti dulu, setidaknya khusus di video clip lagu ini. Di masa depan juga semoga Tom DeLonge menjadi Presiden Amerika Serikat. Saya bangga sebagai penggemar Blink182 karena Blink182 adalah band terhebat di dunia dalam pandangan saya. Bukan hanya lagu dan gayanya tapi juga kisah perjalanannya yang tak terduga. Lebih dari sekedar band terbaik di dunia tapi Blink182 adalah lambang utama budaya pop Amerika di zaman modern. Dalam pendengaran saya, satu-satunya band yang mendekati Blink182 dalam hal lagu hanya lah Sum 41. Khususnya di album Does this look infected? dan Underclass Heroes.

Sebagai penghormatan kepada band kesayangan saya di masa muda, saat sudah mampu saya berrencana menamakan stadion konser di ibukota negara saya dengan nama Hoppus, DeLonge, Barker International Stadium. Ini ide lama saya. Itu juga kalau dibolehkan mereka. Ada satu kata dari lagu Blink182 yang tak pernah saya jumpa artinya di kamus sampai sekarang, yaitu Commiserating. Entah apa artinya, hehehe. Kalau kata Google sih itu ungkapan rasa kasihan. By the way awal tahun 2025 saya ada buat 14 lagu Blink182 yang paling saya suka di Facebook. Semoga bisa jadi pilihan kawan-kawan yang juga menyukai Blink182 saat sedang bingung mau dengar lagu Blink yang mana. Wassalam. Salam dari Batam.

-----

Penulis adalah peminat tetap agenda sinar lebaran. Alumni Madrasah Diniyah Awaliyah. Pendukung Amerika Serikat sebagai satu-satunya adikuasa dunia. Berharap kak Ivanka menjadi Presiden Amerika 2029-2033. Kartun Riwayat Peradaban adalah buku kegemarannya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait