Lima Sebab Bangsa Malaysia Mengaku-ngaku Sebangsa dengan Bangsa Indonesia

Lima Sebab Bangsa Malaysia Mengaku-ngaku Sebangsa dengan Bangsa Indonesia

Pujaan ramai bangsa Jiran. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Oleh: Abang Mat 

Bangsa Malaysia adalah bangsa terlucu dalam pandangan saya. Mereka ingin mendunia dengan mengakui bangsa Indonesia sebagai bangsa mereka. Supaya mereka bisa merasa bangga seperti bangsa Amerika. Kekonyolan ini disebabkan keadaan di negara mereka yang terdiri dari tiga ras Asia, yaitu ras Nusantara, ras Timur yang diwakili China, dan ras Keling yang diwakili India. Kelompok nusantaranya terbanyak tapi tidak banyak, cuma 58%. Itu pun setelah digabungkan dengan keturunan pendatang nusantara dari Sumatra, Jawa, dan Mindanao. Mereka mengaku-ngakui bangsa Indonesia sebangsa dengan mereka hanya karena bangsa Indonesia dan bangsa Malaysia sama-sama ras nusantara. Melihat dari penampilan bangsa Indonesia yang umumnya berkulit coklat, berambut hitam, dan tak setinggi orang barat. Istilah lain yang sering mereka propagandakan kepada bangsa Indonesia untuk mengakui bangsa Indonesia sebangsa dengan bangsa mereka adalah serumpun. Yang tak mampu mereka terjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Pengaku-ngakuan ini mereka paksakan kepada bangsa Indonesia berdasarkan teorinya blumenbach yang sudah jelas terbukti salah. Ditambah lagi dengan pengistilahan proto Melayu dan deutro Melayu yang membingungkan banyak orang-orang awam yang tidak berilmu, karena pengistilahan yang benar adalah PROTO NUSANTARA dan DEUTRO NUSANTARA. Ditambah lagi dengan Jose Rizal yang mereka aku-akui sebagai tokoh bangsa mereka, karena bangsa Filipina yang sama-sama se-ras nusantara dengan bangsa Indonesia. Padahal Jose Rizal bukanlah seorang bersuku Melayu, bahasa aslinya adalah bahasa Tagalog. Bahasa yang tidak sama dengan bahasanya suku Melayu. Mereka mengandalkan teori Blumenbach padahal mereka tidak paham dengan pembagian ras manusia. Senjata utama mereka lainnya adalah istilah kepulauan Melayu yang mereka paksakan untuk seluruh wilayah nusantara. Disebabkan wilayah mereka yang kecil dan mereka ingin semendunia Amerika yang besar wilayahnya. Padahal kenyataan menunjukkan satu-satunya kawasan di nusantara yang benar dinamakan kepulauan Melayu adalah provinsi Kepulauan Riau.

Mereka mengaku-ngakui bangsa Indonesia se-ras dengan mereka sebab supaya mereka bisa merasa sebagai satu kelompok pribumi yang besar, yang berjumlah ratusan juta jiwa. Disebabkan jumlah bangsa Indonesia yang berjumlah sekitar 300 juta jiwa dan jumlah mereka yang sedikit. Keadaan ini disebabkan mereka sangat terobsesi dengan orang China dan orang India di negara mereka, yang di negara asalnya sangat banyak jumlahnya sampai miliaran. Mereka juga sangat terobsesi dengan negara-negara islam dimasa lalu yang besar-besar, yaitu Umawi, Abbas, dan Osman. Disebabkan tiga negara ini seagama dengan mereka dan wilayahnya seukuran kekaisaran. Sebagai bekas jajahan Inggris, mereka juga sangat terpengaruh dengan sejarah kekaisaran Britania yang pernah berkuasa di 1/4 bumi, itu sebab mereka ingin bisa merasakan mempunyai wilayah seluas kekaisaran Britania. Disebabkan banyak dari mereka adalah penggemar sejarah.

Sebab kedua mereka mengaku sebangsa dengan bangsa Indonesia adalah supaya mereka bisa merasa sebagai sebuah kelompok pribumi dengan peradaban yang sudah sangat tua. Dengan merasa memiliki buku-buku kuno karya cendikiawan kesultanan Riau di zaman Rushdiyah, ditambah lagi dengan keagungan candi Borobudur dan candi Prambanan yang tak ada di negara mereka. Disebabkan bangsa Indonesia sama-sama ras nusantara dan ketidak pedean mereka dengan bangunan konyol yang baru mereka buat, yang tak pernah direkam Inggris pada masa lalu, yaitu lembah bujangan. Ditambah prasasti baru buatan mereka setelah merdeka, batu bersurat. Dengan mengaku-ngakui Borobudur dan Prambanan, serta kitab pengetahuan bahasa, membuat mereka bisa merasa bangga dihadapan orang-orang China dan India di negara mereka, yang di negara asalnya memiliki Terracotta dan Taj Mahal. Supaya seolah-olah peradaban mereka sudah sangat tua juga. Dan supaya mereka bisa merasa pernah menghasilkan karya ilmiah juga, seperti cendikiawan-cendikiawan muslim di abad pertengahan. Sebab di zaman kesultanan Johor, TAK ADA SATU PUN karya ilmiah yang dihasilkan orang Melayu disana.   

Sebab ketiga adalah supaya mereka bisa merasa band-band Indonesia sebagai band mereka juga. Seperti Sheila On 7, Dewa, Jamrud, Padi, dan Superman. Karena di negara mereka sejak tahun 2000 TAK ADA band disana, lebih tepatnya band yang membanggakan. Itu sebab Shukri Yahya dan Hael Husaeni sampai sekarang mereka gelar sebagai PUJAAN RAMAI. Bahkan berganti generasi pun tetap tak ada band yang hebat di negara mereka, contohnya sekarang di indonesia ada Feast dan Barasuara. Begitu juga dengan film-film Indonesia, seperti Eiffel aku jatuh cinta, Serigala Terakhir, dan Sang Pemimpi. Disana tak ada film-film yang hebat. Meskipun ada pelakon mereka yang layak dipertimbangkan untuk berkiprah di Indonesia. Begitu juga dengan buku-buku Indonesia, seperti Ayat-ayat cinta dan Ringkasan Sejarah Melayu karya Tengku M Saleh. Disana tak ada penulis-penulis sekelas Andrea Hirata. Belum lagi dengan penyanyi-penyanyi seperti Gita Gutawa. Tapi disisi lain mereka sangat menyukai agenda-agenda TV Indonesia yang dulu memang sangat menghibur dan kesenangan mereka terhadap logat Jakarta. Terutama masyarakat ibukotanya. Dunia komedi mereka juga tak ada yang lucu, bahkan lawakan kelas cendikiawan seperti stand up comedy tak ada disana. Walaupun mereka mengaku sebagai maharaja lawak. Bukan karena mereka pura-pura bodoh atau sedang sengaja mengalah, tapi memang aslinya begitu.

Sebab selanjutnya adalah supaya mereka bisa bangga bahasa Melayu sebagai bahasa dunia. Padahal bahasa melayu mereka banyak yang salah. Contohnya government yang mereka artikan sebagai kerajaan dan member yang mereka artikan sebagai ahli. Mereka mau bahasa Melayu dianggap sebagai bahasa dunia sebab mereka terobsesi dengan bahasa Inggris yang merupakan bahasa dunia. Dengan memanfaatkan keadaan bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu di (kepulauan) Riau yang penuturnya berjumlah hampir 300 juta jiwa. Mereka menjadi merasa sangat bangga dihadapan orang China bahwa bahasa Melayu adalah bahasa yang banyak dipakai orang-orang di Asia. Itu sebabnya mereka selalu memaksakan kepada bangsa Indonesia bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. SUPAYA BISA BANGGA. Mereka menolak kenyataan bahwa bahasa Indonesia hanyalah bahasa penghubung antar suku di tempat umum. Sebab MEREKA GENGSI bahasa Melayu di Indonesia terkategori sebagai bahasa daerah. Sementara di negara mereka, bahasa Melayu adalah bahasa resmi negara. Sumber kebanggaan mereka. Mereka tak mau menerima kenyataan bahwa bahasa Inggris bukanlah satu-satunya bahasa di Eropa, tapi adalah salah satu bahasa suku di Eropa (one of ethnic in europe). Yang lucunya, yang biasa berbahasa Inggris adalah mereka tapi yang mampu menghasilkan karya-karya berbahasa Inggris yang HEBAT justru bangsa Indonesia. Contohnya bisa dirasakan pada lagu-lagunya Pamungkas dan Ardito. 

Sebab kelima adalah mereka ingin dianggap sebagai pelaut yang hebat seperti Christoper Colombus. Yang berlayar sampai ke pulau-pulau di Pasifik dan pulau Madagaskar. Padahal bahasa asli orang-orang di Pasifik bukanlah bahasa Melayu. Dan bahasa di Madagaskar akarnya adalah bahasa Dayak. Bisa dibuktikan di Hawaii contohnya, yang rajanya sangat bangga mereka aku-akui sebagai seorang Melayu. Tujuan pengakuan ini adalah supaya mereka bisa merasa mempunyai sejarah yang hebat, luas jangkauan pelayarannya. Tak beda jauh dengan sejarah imperium Britania yang selalu jadi tolak ukur mereka. Itu sebabnya mereka sangat terobsesi dengan kisah fiktif tentang Sriwijaya. Padahal pada hakikatnya mereka pun tau bahwa Sriwijaya bukanlah kisah nyata. Itu hanyalah kerajaan yang diada-adakan, supaya masyarakat nusantara yang diluar pulau Jawa tidak merasa berbeda jauh kekuatannya dengan kerajaan-kerajaan di Jawa. Penyeimbangan kebanggaan lah intinya. Supaya tak ada satu pihak yang terlalu perkasa.

Sebenarnya ada banyak sebabnya motivasi orang Malaysia mengaku-ngakui bangsa Indonesia sebangsa dengan mereka, diantaranya adalah supaya bank-bank dan perkebunan-perkebunan mereka disini bisa bertahan selamanya, tapi cukup lima sebab inilah yang saya ungkapkan disini. Mereka selalu memaksakan pembenaran kemauan mereka dengan menyama-nyamakan seolah-olah traktat London 1824 itu sama dengan Sykes-Picot 1916 yang membagi wilayah Arab di Asia menjadi dalam kekuasaan Inggris dan Prancis. Padahal kenyataannya tidak begitu, Traktat London 1824 TIDAK SAMA dengan perjanjian Sykes-Picot 1916. Sebab wilayah yang dibelah dalam traktat London bukanlah semua wilayah nusantara tapi hanyalah WILAYAHNYA KESULTANAN RIAU. Pulau Sumatra, pulau Jawa, pulau Borneo, pulau Mindanao, pulau Timor, pulau Papua, dan pulau Australia bukanlah wilayah yang dibelah-belah dalam perjanjian Sykes-Picot. Dan... bukan semua bangsa Indonesia yang besar wilayahnya di nusantara itu adalah suku Melayu.

Mereka juga selalu memaksakan pembenaran kemauan mereka dengan mengatakan sebelum Indonesia ada, bangsa Indonesia tidak ada. Seolah-olah negara di bumi ini hanya ada Malaysia dan Indonesia. Sangking konyolnya. Bangsa Amerika sebelum didirikan George Washington juga tidak ada. Kenyataannya bangsa Amerika itu ada, wilayahnya di selatan wilayah bangsa Canada. Nama rasnya juga bukan ras Eropa, tapi ras Kaukasia. Bangsa Romawi sebelum didirikan oleh pendirinya, tak ada yang namanya bangsa Romawi. Begitu juga dengan bangsa-bangsa lain di Eropa yang ada sekarang yang didirikan berdasarkan suku pribuminya, contohnya bangsa Britania, bangsa Jerman, bangsa Norwegia, bangsa Swedia, dan bangsa Denmark. Di dalam bangsa Britania ada suku Inggris, suku Scott, suku Welsh, dan suku Irish. Di kalangan orang-orang Arab kita sering mendengar panggilan bangsa Maroko dan bangsa Yaman. 

Mereka selalu menolak kenyataan bahwa dalam benak semua orang Indonesia, Malaysia adalah negaranya suku Melayu. Sebab suku Melayu bukan suku terbanyak di Indonesia. Mereka disana selalu terobsesi menjadi yang ter-ter, sebab mereka adalah kelompok terbanyak di Malaysia. Yang menolak kenyataan ini adalah keturunan pendatang Minang dan India muslim yang mengaku Melayu. Serta keturunan Bugis yang numpang keren dengan mengaku Melayu SUPAYA bisa jadi anggota parlemen, disebabkan SANGKING SEDIKITNYA jumlah Bugis di Malaysia. Bangsa Malaysia yang dari kalangan suku Melayu-nya mendiamkan kesalahan ini sebab supaya suku-suku di Indonesia yang bukan suku Melayu (melayu ethnic) tidak iri dengki dengan suku Melayu di (kepulauan) Riau. 

Semua orang Indonesia juga tak merasa sebangsa dengan mereka, karena bangsa Malaysia memang adalah nation yang berbeda dengan mereka. NATIONality orang Indonesia adalah bangsa Indonesia. Apalagi ditambah kebiasaan memalukan mereka sejak jaman menteri Rais Yatim yang suka mengaku-ngakui budaya suku-suku di Indonesia, dengan mengatasnamakan pelestarian budaya, justru semakin membuat bangsa Indonesia menganggap mereka sebagai bangsa yang tidak setara dengan bangsa Indonesia. Kemauan bangsa Malaysia yang mengaku-ngakui semua orang Indonesia sebangsa dengan mereka yang tidak berprestasi itu tidak pernah diterima oleh bangsa Indonesia. Walaupun itu dengan tidak menyertakan ras Negro di Papua dan mengatasnamakan sesama KAUM muslim.

Jadi kepada semua pembaca saya... itulah lima sebab KENAPA BANGSA MALAYSIA sangat tergila-gila dan bangga mengaku-ngakui bangsa indonesia sebangsa dengan mereka. Disebabkan bangsa kita besar jumlahnya, wilayah bangsa kita yang besar, peradaban kita yang panjang, dan band-band kita yang hebat. Numpang bangga lah istilahnya. Pelaku pengaku-ngakuan sebangsa di malaysia ini semuanya adalah keturunan pendatang, bukan suku Melayu. Kalau dengan Patani dan Singapura mereka tak mau mengaku-ngakui itu sebangsa dengan mereka. Karena dalam pikiran mereka itu wilayah kecil, sedikit pribuminya, juga tak ada Melayu yang kaya dan hebat disana. Sehingga mereka malu mengaku-ngakui sebangsa dengan mereka. Tak ada kebanggaan yang mereka dapat dari mengakui Melayu di kedua wilayah ini. Andai wilayah kita tak sebesar sekarang dan jumlah kita sedikit, mereka juga tak akan pernah mau mengakui kita sebangsa dengan mereka. Sebenarnya saya tak mau bilang semua penyebabnya ini disini tapi terpaksa saya bilang supaya bangsa kita tak mereka tipu terus menerus.

Ditambah lagi dengan mengakui bangsa Indonesia, mereka bisa merasa semakin besar dan otomatis semakin bangga. Karena artinya juga merasa mendapatkan bangsa filipina yang berjumlah ratusan juta jiwa dan mendapatkan suku hawaii yang wilayahnya berada jauh di tengah lautan Pasifik. Intinya mereka ingin dianggap nenek moyang mereka sebagai pelaut yang hebat. Padahal orang Dayak dan orang jakun yang jelas-jelas satu bangsa dengan mereka itu TAK MEREKA AKUI SEBANGSA DENGAN MEREKA, dengan mengatasnamakan sebab tak seagama. Sebab yang sebenarnya mereka tak mau mengakui orang jakun tak sebangsa dengan mereka bukanlah karena tak seagama, tapi adalah karena orang jakun itu sedikit jumlahnya dan tak ada yang kaya. ANDAI orang jakun banyak yang kaya dan lebih banyak daripada mereka, mereka PASTI mengakui orang jakun itu sebangsa dengan mereka. Begitu juga dengan orang bajo. Disinilah celatnya mereka dan buruknya sifat mereka. Sehingga membuat semua pengakuan mereka di buku-buku dan di semua medsos mereka tak ada yang bisa dipercaya. Disebabkan karena memang tak benar. Dan (hampir) semuanya adalah bohong.

Mereka mati-matian menyanggah kenyataan bahwa pendiri negara mereka adalah orang Melayu asli. Begitu juga dengan bonda Tun Abdul Razak dan bonda Tun dr Mahathir Mohamed. Ayah dan bonda Tun Daim Zainudin. Hussein Onn, Abdullah Baddawi, dan Anwar Ibrahim dari kalangan perdana menteri mereka. Mamat dari Kelantan, Dollah dari Pahang, dan Bidin dari Terengganu yang dari kalangan raja-raja mereka. Halim Saad dan Azman Hasyim yang dari kalangan konglomerat. Nurdin Ahmad dan Sarimah yang dari kalangan pelakon. Dan Salim Abdul Majed yang dari kalangan pemusik. Ini disebabkan di negara mereka suku Melayu atau Melayu asli hanya berjumlah 45%. Usaha pembangsa-bangsaan bangsa Indonesia sebagai bangsa Malaysia ini didukung penuh oleh pemimpin legendaris mereka yang sangat terpukau dengan besarnya wilayah Indonesia. Mengingat besarnya peluang bisnis sawit dan penerbangan di Indonesia. 

Diajarkan jutaan kali bahwa kita tak sebangsa dengan mereka pun mereka tetap bebal. Sebab keadaan negara mereka yang sudah terlanjur begitu dan tabiat mereka yang memang bebal. Sebab mereka banyak keturunan india, yang memang bebal. Suka berbelit-belit seperti ular. Apalagi sejak tahun 1980an pendatang minang dari sumatra yang memang semakin banyak menjadi warganegara mereka. Sehingga membuat penulisan sejarah mereka semakin jauh melenceng dari kenyataan. Walaupun mereka berusaha menguatkan pengakuan mereka dengan puisinya Usman Awang yang jelas-jelas isinya salah. Ditambah lagi ambisi orang-orang Minang Malaysia yang menginginkan pulau Sumatra. Orang-orang inilah yang selama ini mempropagandakan bangsa kita sebangsa dengan bangsa malaysia, penyebar hoax-hoax sebangsa serumpun selama ini, terutama kelompok THE PATRIOT, SRIKANDI, dan TUAH BUGIS. Serta ASEAN. Pola pikir mereka sudah sangat saya pahami, sebab saya terhubung dengan mereka bukan setahun dua tahun, tapi sudah lebih dari sedekade. 

Bangsa adalah kesatuan manusia yang tersatukan lewat status kewarganegaraan, di majelis resmi bercakap dengan bahasa persatuan negara, dan berwilayah di wilayah kedaulatannya. Itulah bangsa. Itu sebab bahasa inggrisnya perserikatan bangsa-bangsa adalah united nations, bukan UNITED RACES. Jadi kepada semua pembaca setia saya yang berada di malaysia... terimalah kenyataan, janganlah menegakkan benang basah. Apalagi dengan kenyataan-kenyataan yang sudah jelas. Saya mengungkapkan ini semua bukan untuk menjatuhkan semangat kalian dan memucatkan muka kalian tapi supaya bangsa saya tak dikecoh oleh kejahiliahan kalian terus menerus. Dalam surat roma, Al-qur'an sejak 14 abad yang lalu juga sudah menceritakan bahwa bangsa romawi itu adalah negara romawi dan bangsa persia itu adalah negara persia. Pemimpinnya adalah Heraklius dan Kosrow II.  

-------

Penulis adalah sosok yang suka tidur dengan banyak guling. Mendambakan italia, austria, portugal, dan yunani menjadi negara monarki lagi. Nasi lemak dan Otak-otak adalah makanan melayu kegemarannya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :