Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York, Dilantik di Stasiun Bawah Tanah Bersejarah
Zohran Kwame Mamdani, putra imigran asal Uganda, secara resmi dilantik menjadi Wali Kota. (Facebook)
Batam, Batamnews – Sejarah baru terukir di Kota New York, Kamis, 1 Januari 2026 dini hari waktu setempat. Zohran Kwame Mamdani, putra imigran asal Uganda, secara resmi dilantik menjadi Wali Kota.
Pelantikan ini menjadikannya orang muslim pertama yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat.
Momentum bersejarah itu berlangsung di lokasi yang tak biasa: sebuah stasiun kereta bawah tanah bersejarah di bawah City Hall Park, Manhattan, yang telah lama tertutup untuk umum.
Di peron Stasiun Balai Kota lama yang berarsitektur megah itu, dengan langit-langit lengkung berubin dan lampu gantung kuningan, Mamdani mengangkat sumpah jabatan. Tangannya diletakkan di atas Al-Quran.
Baca juga: 13 Warga Australia Ditangkap di Filipina Atas Kasus Eksploitasi Anak, 40 Korban Diselamatkan
Jaksa Agung New York, Letitia James, yang disebut Mamdani sebagai "inspirasi politiknya", membacakan ikrar sumpah. Pemilihan lokasi di stasiun yang mengantar era baru transportasi New York pada 1904 itu sarat makna.
"Tempat ini adalah bukti pentingnya transportasi umum bagi vitalitas, kesehatan, dan warisan kota kita," ujar Mamdani usai dilantik.
Kemenangan Mamdani dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat musim panas lalu sempat mengejutkan dunia politik. Sebagai mantan anggota dewan negara bagian dari Queens, kampanyya berfokus pada isu keterjangkauan hidup warga.
Janji-janjinya termasuk menciptakan program penitipan anak universal, membekukan sewa untuk sekitar dua juta penyewa, serta menciptakan bus kota yang "cepat dan gratis."
Di hadapan para pendukung, Mamdani menyampaikan rasa terhormatnya. "Ini benar-benar suatu kehormatan dan hak istimewa seumur hidup," katanya.
Baca juga: Amerika Susun Rencana Turis Luar Negeri Wajib Cantumkan Riwayat Media Sosial 5 Tahun
Ia juga tak lupa mengucapkan selamat tahun baru kepada seluruh warga New York, "baik yang berada di dalam terowongan ini maupun di atasnya."
Pelantikan di stasiun kereta bawah tanah yang telah mangkrak sejak 1945 itu menandai dimulainya babak baru kepemimpinan di kota yang dikenal sebagai melting pot Amerika. Zohran Mamdani kini memikul harapan jutaan warga New York yang mendambakan perubahan.

Komentar Via Facebook :