Viral Video Asusial Mirip Kadisperindag Batam, Gustian Riau: Itu Rekayasa AI dan Upaya Pemerasan
Pria dalam video tersebut diduga mirip Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews - Jagat media sosial di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dihebohkan dengan beredarnya sebuah potongan video yang memperlihatkan tindakan asusila melalui sambungan video call. Pria dalam video tersebut diduga mirip Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau.
Deskripsi Video yang Beredar
Dalam rekaman video yang berdurasi singkat tersebut, tampak seorang pria dengan wajah Gustian Riau sedang melakukan panggilan video dengan seorang wanita. Video tersebut menunjukkan aktivitas yang tidak senonoh (asusila), di mana pria tersebut tampak beberapa kali mengubah posisi kamera yang mengarah ke bagian tubuh tertentu sambil tetap memperlihatkan ekspresi wajah ke arah layar.
Interaksi dalam video tersebut terlihat seperti komunikasi dua arah yang bersifat pribadi, yang kemudian bocor dan tersebar luas di berbagai grup pesan singkat dan media sosial, memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Klarifikasi Gustian Riau: Korban Teknologi AI
Menanggapi kegaduhan tersebut, Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, segera memberikan pernyataan resminya. Ia dengan tegas membantah keaslian video tersebut dan menyatakan bahwa dirinya adalah korban dari kemajuan teknologi rekayasa wajah atau Artificial Intelligence (AI).
"Itu di AI-nya semua itu terkait video yang beredar," ujar Gustian riau kepada batamnews.co.id, Senin (29/12/2025).
Menurut Gustian, oknum yang menyebarkan video tersebut memiliki motif jahat, yakni untuk memeras sejumlah uang. Ia mengaku telah berulang kali menjadi target upaya serupa dengan menggunakan aset digital pribadinya yang diambil dari media sosial.
"Dia meras-meras itu, meras duit. Ada banyak dia meras. Dibuatnya AI, dibuat merasnya begitu. Sudah sering yang seperti itu, sudah sering kali dibuat seperti itu. Macam-macam lagi itu, foto di Facebook, foto di mana, diambil dia, dan dijadikannya AI," jelasnya lagi.
Motif Pemerasan dan Lokasi Pelaku
Gustian mengungkapkan bahwa para pelaku meminta uang dalam jumlah yang cukup besar agar video tersebut tidak disebarluaskan atau dihapus.
"Karena itu dia memeras uang 20 sampai 30 juta rupiah. Nama akunnya juga macam-macam," tambahnya.
Berdasarkan penelusuran awal yang dilakukannya, Gustian menyebutkan bahwa para pelaku diduga bergerak dari luar daerah.
"Posisinya awalnya di Manado orang itu, habis itu ke Makassar," ungkapnya.
Akan Melaporkan ke Pihak Berwajib
Tidak tinggal diam atas pencemaran nama baik dan upaya pemerasan yang menimpanya, Gustian Riau menyatakan niatnya untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia berencana melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian agar pelaku rekayasa digital dan pemerasan tersebut dapat segera ditangkap.
"Itu nanti saya akan laporkan sendiri," tegasnya menutup pembicaraan

Komentar Via Facebook :