5 Destinasi Favorit Wisata Tanjungpinang 2025: Budaya Melayu & Bahari Jadi Penggerak Ekonomi
Tamana Gurindam salah satu ikon wisata di Kota Tanjungpinang.
Tanjungpinang, Batamnews - Tanjungpinang, tahun 2025 menandai babak baru. Sebagai Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau, kota ini tak lagi sekadar pusat administrasi. Identitas budaya Melayu dan kekayaan maritim kini menjadi jantung penggerak ekonomi, bersaing di panggung pariwisata global.
Target dua juta wisatawan mancanegara untuk Kepri mendorong transformasi, dengan lima destinasi unggulan berikut menjadi andalan berdasarkan volume kunjungan dan viralitas digital.
1. Pulau Penyengat: Museum Hidup yang Kembali Bersinar
Pulau bersejarah berjarak 2 km dari pusat kota ini mengukuhkan diri sebagai ikon utama.Statusnya sebagai "museum hidup" peradaban Melayu dan cikal bakal bahasa Indonesia kian diakui. Puncaknya, Penyengat terpilih menjadi tuan rumah Gerakan Wisata Bersih Nasional ke-11 pada 30 Juli 2025, menegaskan komitmen pada nilai sejarah, spiritualitas, dan kelestarian lingkungan.
Baca juga: Libur Nataru, Kapolres Kepulauan Anambas Pantau Langsung Keamanan Objek Wisata
2. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva: Magnet Fotografi dan Religi
Vihara yang populer disebut"Patung Seribu Wajah" ini tetap menjadi primadona. Lebih dari 500 patung Lohan dengan ekspresi unik di tiap wajahnya, yang diimpor langsung dari Tiongkok, menciptakan daya tarik visual dan spiritual yang kuat. Lokasinya di Jalan Asia Afrika KM 14 membuatnya mudah diakses para pencinta seni dan wisata religi.
3. Taman Gurindam 12 & Gedung Gonggong: Wajah Baru di Tepian Laut
Kawasan Tepi Laut kini jadi pusat gravitasi baru.Taman Gurindam 12, hasil penataan pesisir, menjadi favorit warga dan wisatawan untuk menikmati sore dan malam. Pada 2025, kawasan ini semakin lengkap dengan selesainya revitalisasi senilai Rp4,2 miliar, termasuk jalur joging berpemandangan laut sepanjang 300 meter. Gedung Gonggong yang ikonik melengkapi modernitas kawasan ini.
4. Pantai Tanjung Siambang: Pelarian Tenang di Pulau Dompak
Dikenal juga sebagai Pantai Pasir Putih,destinasi di Pulau Dompak ini menawarkan suasana "healing" yang dekat dari pusat kota. Hamparan pasir putih dan rindangnya pohon kelapa menjadi magnet bagi keluarga yang ingin melepas penat hanya dalam 20 menit perjalanan dari keramaian Tanjungpinang.
5. Gurun Pasir Busung & Telaga Biru: Keindahan Tak Terduga Pasca-Tambang
Meski berada di perbatasan Bintan,destinasi ini tak terpisahkan dari itinerary wisatawan di Tanjungpinang. Lanskap bekas tambang bauksit ini berubah secara alamiah menjadi padang pasir dan telaga biru yang memukau, menawarkan kontras dramatis dengan pemandangan bahari khas Kepri.
Keberhasilan tahun 2025 menunjukkan ekosistem pariwisata Tanjungpinang yang tangguh dan beragam.Sinergi antara pelestarian warisan (seperti di Penyengat), inovasi ruang publik (Taman Gurindam 12), dan pengembangan destinasi alam serta religi terbukti efektif menarik berbagai segmen pasar.
Baca juga: 13 Warga Australia Ditangkap di Filipina Atas Kasus Eksploitasi Anak, 40 Korban Diselamatkan
Dukungan pada sport tourism dan event internasional seperti Sail to Indonesia 2025 menambah dinamika. Ke depan, dengan terus membaiknya infrastruktur transportasi seperti dermaga dan jalan lingkar, serta komitmen program Visit Kepri 2027, Tanjungpinang berpotensi melampaui target kunjungan.
Pelajaran utamanya jelas: kolaborasi antara budaya, inovasi, dan profesionalitas pengelolaan adalah kunci memenangkan persaingan pariwisata masa depan.

Komentar Via Facebook :