Pengrusakan Lingkungan di Batam Sudah Masif, Aktivis: Semua Tutup Mata!
Salah satu bentuk kerusakaan lingkungan di Batam (Foto: Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam – Aktivis lingkungan Rizaldy Ananda menilai kerusakan lingkungan di Batam sudah sangat massif. Upaya-upaya pengrusakan itu berlangsung setiap hari tanpa ada pengawasan.
“Coba lihat, setiap hari bakau ditebangi dibuat untuk arang, tapi tidak ada tindakan dari aparat berwenang atau pihak terkait, semua tutup mata,” ujar Rizaldy Ananda Sabtu (16/4/2016).
Menurut Rizaldy, upaya pengrusakan lingkungan itu terjadi dari hal kecil hingga besar.

Aktivis lingkungan di Batam Rizaldy Ananda (Foto: Batamnews)
Rizaldy menambahkan, salah satu yang paling parah saat ini adalah penebangan pohon bakau untuk dijadikan arang. Selain itu pemotongan bukit dan pulau ratusan hektare lalu ditinggalkan.
Saat ini ada sejumlah usaha dapur arang yang masih terus berlangsung dan dibiarkan. Mereka sengaja mengolah bakau menjadi arang untuk memasok kebutuhan perusahaan dapur arang di batam.
“Jadi seolah-olah itu pekerjaan mereka, itu mata pencaharian mereka, padahal itu untuk perusahaan. Kalau dulu dalam skala besar, karena dilarang, sekarang sengaja skala kecil biar tidak ditindak,” ujar Rizaldy.
Menurut Rizaldy, bukan mudah merawat bakau. Perlu perawatan dan biaya yang besar. Bahkan dirinya saat ini konsen terhadap pelestarian dan budidaya bakau.
Melalui Rumah Bakau Indonesia, Rizaldy berupaya terus membuat masyarakat peduli terhadap lingkungan.
Rizaldy mengatakan, di Batam, dampak reklamasi juga cukup parah. Apalagi banyak reklamasi tanpa izin seperti amdal, rekomendasi, tanpa perda zonasi, serta hal-hal lainnya.
Sehingga dampak yang muncul justru sangat buruk. Padahal setiap reklamasi harus mempertimbangkan berbagi aspek. Harus ada area pengganti atau bila menebang bakau, harus ada kompensasi untuk menanam bakau.
“Jadi bukan hanya nelayan saya yang diberi kompensasi, karena yang terdampak bukan saja nelayan, tapi lingkungan dan masyarakat keseluruhan,” ujar dia.
Menurut dia, dampak yang terjadi terhadap lingkungan adalah hilangnya berbagai ekosistem. Seperti rusaknya terumbu karang, abrasi, tipisnya cadangan oksigen, serta pendangkalan alur.
[snw]
Komentar Via Facebook :