Antisipasi Arus Mudik Laut, 11 Kapal PLP Tanjunguban Siaga Pengamanan Nataru
Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Sugeng Riyono, memasangkan tanda Pengamanan Angkutan Nataru 2025-2026 telah disiagakan di Pelabuhan PLP Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (18/12/2025). (foto. PLP Tanjung Uban, Kab. Bintan).
Bintan, Batamnews – Sebanyak 11 unit kapal negara dikerahkan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban untuk memperkuat pengawasan dan keamanan angkutan laut selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Operasi pengamanan ini resmi dimulai hari ini dan akan berlangsung hingga 8 Januari 2026.
Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Sugeng Riyono, menyatakan pengerahan ini merupakan bentuk komitmen menjaga keselamatan pelayaran dan kelancaran transportasi laut di masa puncak arus mudik dan liburan.
“Hari ini kami secara resmi melepas personel beserta kapal untuk menempati titik-titik pengawasan yang telah ditetapkan,” ujar Sugeng usai apel pelepasan armada, Kamis, 18 Desember 2025.
Baca juga: Batam Dikepung Banjir, Amsakar: Ada Video Tahun Kemarin Diulang-ulang!
Armada yang dikerahkan terdiri dari beragam kelas kapal: dua kapal kelas I, satu kelas II, dua kelas IV, empat kelas V, serta dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB). Mereka akan disebar di wilayah strategis dari perairan Dumai hingga Kepulauan Riau.
Kapal-kapal besar seperti KN Kalimasada akan bertugas di wilayah KSOP Dumai, sedangkan KN Sarotama P112 akan beroperasi pada rute Batam-Belawan hingga perairan Kuala Tungkal, Jambi. Sementara itu, KN Rantos P210 disiagakan di perairan Batam hingga Tanjung Balai Karimun.
Untuk pengawasan di pelabuhan utama, Kapal 406 akan beroperasi di Pelabuhan Kijang, sedangkan Kapal 464 dan KN 543 ditempatkan di Pelabuhan Tanjungpinang.
Pengamanan di titik-titik lain seperti Punggur, Pulau Buruh, dan Pulau Bulu juga telah dialokasikan ke sejumlah kapal seperti KN 546, KN 547, dan KN 544. Dua unit RIB akan berjaga di kawasan ASDP Tanjunguban dan Bulang Linggi.
“Total ada 96 personel yang ditugaskan, dengan 25 orang mengawaki RIB dan 71 personel lainnya di kapal-kapal negara,” jelas Sugeng.
Sugeng juga mengingatkan seluruh awak kapal untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama operasi. Koordinasi ketat dengan Kantor Urusan Pelabuhan dan Penyeberangan (KUPP) serta KSOP setempat menjadi kunci keselamatan.
Baca juga: UMK Batam 2026 Diprediksi Tembus Rp5,3 Juta dengan Formula Baru
“Jika cuaca tidak memungkinkan, pelayaran harus ditunda. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.
Operasi ini diharapkan dapat menjamin perjalanan laut yang aman dan lancar bagi masyarakat yang memilih transportasi laut selama masa libur Nataru.

Komentar Via Facebook :