Implementasi Januari 2026, Kurikulum Tertib Lalu Lintas untuk Pelajar SD/SMP di Batam Masuk Ke Pelajaran PKN
Amsakar Achmad bersama Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin saat launching muatan lokal keselamatan lalu lintas. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews - Kedisiplinan berlalu lintas di Kota Batam akan mulai dipupuk sejak dini melalui jalur formal. Mulai Januari 2026 mendatang, seluruh sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Batam secara resmi akan mengintegrasikan pendidikan lalu lintas ke dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
Langkah strategis ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang disiplin seiring pesatnya pembangunan infrastruktur di kota industri ini.
Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, menekankan pentingnya persiapan mentalitas masyarakat Batam, terutama generasi muda. Mengingat letak geografis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura, standar kedisiplinan menjadi kunci utama dalam mendukung daerah sebagai tujuan investasi.
"Kita lihat Batam sedang mempersiapkan infrastruktur yang luar biasa, baik jalan maupun fasilitas umum lainnya. Oleh karena itu, selain fisik, kita juga harus menyiapkan SDM-nya melalui disiplin sejak dini," ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Beliau menjelaskan bahwa anak-anak di tingkat dasar dan menengah harus dibekali pengetahuan serta loyalitas terhadap aturan jalan raya. Kapolda juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Batam yang merespons cepat ide ini hingga berlanjut pada peluncuran kurikulum tersebut.
Sementara itu WaliKota Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa program ini telah dipersiapkan dengan sangat matang. Ia memastikan bahwa implementasi di lapangan tidak akan menemui kendala karena seluruh perangkat pendukung telah tersedia.
"Kami sangat berbahagia karena ini tidak sekadar launching. Tim bekerja dengan sangat matang. Guru-guru PKn sudah diberikan Training of Trainer (ToT) sebelumnya. Silabus sudah disusun, buku cetak disiapkan, bahkan puluhan e-book sudah siap dibagikan," ungkap Amsakar.
Amsakar menjelaskan, melalui pelatihan ToT tersebut, para guru telah dibekali metode pengajaran yang menarik agar substansi tertib lalu lintas dapat diterima dengan baik oleh siswa tanpa harus menjadi beban mata pelajaran baru, melainkan melebur dalam materi PKn.
Untuk tahap awal, program ini akan menyasar seluruh SD dan SMP negeri di wilayah Kota Batam. Penyiapan jam pelajaran pun sudah diatur sedemikian rupa untuk durasi satu tahun ajaran.
"Januari nanti sudah mulai berjalan. Fokusnya adalah memberikan pemahaman tentang metode belajar mengajar tertib lalu lintas, sehingga guru bisa menyampaikan materi ini secara tepat dan menarik bagi peserta didiknya," tambah Amsakar.
Penyusunan kurikulum ini sendiri melibatkan kerja sama lintas sektoral, mulai dari Dinas Pendidikan Kota Batam, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, jajaran Polda Kepri, hingga perwakilan kepala sekolah dan guru.

Komentar Via Facebook :