Daftar Puluhan Titik Stockpile Bauksit di Kepri yang Dilelang ESDM, Tersebar di Bintan hingga Pulau Buton
Stockpile bauksit yang akan dilelang ESDM. (Foto: dok.GakkumESDM)
Batam, Batamnews — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pendataan dan pemetaan lokasi stockpile bauksit yang tersebar di wilayah Kepulauan Riau. Berdasarkan dokumen resmi bertanggal 8 Agustus 2025, tercatat sebanyak 43 titik stockpile bauksit berada di delapan lokasi berbeda di Provinsi Kepulauan Riau.
Pendataan ini tertuang dalam lampiran surat Nomor B-6225/MB.02/DBR.PL/2025 yang memuat koordinat detail setiap stockpile, baik bujur maupun lintang, berikut informasi lokasi dan pemilik sebelumnya. Langkah ini menjadi bagian dari kegiatan identifikasi kuantitas dan kualitas stockpile bauksit yang dilakukan pemerintah.
Dari data tersebut, lokasi stockpile paling banyak berada di Tanjung Moco, Pulau Bintan, dengan total sembilan titik. Selain itu, terdapat lima titik di Senggarang, Pulau Bintan, serta empat titik di kawasan Sei Timun. Sementara itu, Pulau Kelong tercatat memiliki sepuluh titik stockpile, disusul Pulau Siulung dengan empat titik, Pulau Telang Besar satu titik, Pulau Telang Kecil empat titik, dan Pulau Buton sebanyak enam titik.
Dalam dokumen tersebut juga tercantum sejumlah nama perusahaan yang sebelumnya tercatat sebagai pemilik stockpile, di antaranya PT Lobindo Nusa Persada, PT Alam Indah Purnama Panjang, PT Kereta Kencana Bangun Perkasa, PT Perjuangan, PT Gunung Sion, serta PT Tunggul Ulung Makmur.
Pemetaan koordinat dilakukan secara rinci untuk memastikan keakuratan lokasi, sebagai dasar pengawasan, pengendalian, serta penegakan hukum di sektor pertambangan mineral. Data ini juga menjadi landasan penting dalam proses identifikasi lanjutan, termasuk pengujian kualitas, perhitungan volume, hingga kajian keekonomian terhadap stockpile bauksit yang ada.
Kegiatan pendataan dan pemetaan ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menata kembali pengelolaan sumber daya mineral, menciptakan kepastian hukum, serta memastikan penguasaan negara atas stockpile bauksit yang tersebar di Kepulauan Riau.
ESDM Lelang Stockpile Bauksit di Kepri
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka lelang terbuka barang yang dikuasai negara berupa stockpile bauksit di Kepulauan Riau. Lelang dilakukan secara daring melalui aplikasi resmi negara dan dinilai menjadi langkah strategis dalam penertiban aset sumber daya alam sekaligus peningkatan penerimaan negara.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM Rilke Jeffri Huwae menyampaikan, total volume bauksit yang dilelang mencapai lebih dari 629 ribu metrik ton (MT), tersebar di 45 titik stockpile di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
“Lelang bauksit ini merupakan kado akhir tahun yang bernilai besar bagi negara, dengan potensi kontribusi penerimaan lebih dari Rp200 miliar,” ujar Jeffri dalam keterangan resmi, Selasa (16/12/2025).
Berdasarkan informasi resmi lelang, bauksit yang dilepas memiliki harga limit sebesar Rp247,4 miliar dengan uang jaminan lelang sekitar Rp24,7 miliar. Seluruh proses lelang dilakukan secara online melalui laman resmi lelang.go.id, dan pemenang akan ditetapkan melalui KPKNL Batam.
Proses penawaran lelang dibuka mulai 16 hingga 22 Desember 2025. Pemerintah menegaskan, lelang hanya dilakukan secara daring dan masyarakat diminta waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan proses lelang.
Jeffri menjelaskan, pelaksanaan lelang ini merupakan tindak lanjut dari amanah Pasal 199J Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 96 Tahun 2021 terkait pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara.

Komentar Via Facebook :