Batam Melaju Pesat, Sementara Daerah Lain di Kepri Tertinggal?

Batam Melaju Pesat, Sementara Daerah Lain di Kepri Tertinggal?

Logo kabupaten/kota se-Provinsi Kepri. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Oleh: Della Julianti

Kota Batam merupakan wilayah kepulauan yang sangat strategis, tepat berada dalam kawasan perbatasan dan di jalur pelayaran internasional yang dekat dengan negara Malaysia, Singapura.

Batam dikenal sebagai kota industri dimana perkembangan pembangunan Batam mengalami kemajuan yang signifikan. Penetapan Batam sebagai kota industri ini tercantum dalam keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1978 yang tujuannya ialah untuk menjadikan Batam sebagai pusat industri dan menjadi kawasan perdagangan bebas.

Sehingga Batam menjadi pintu gerbang dalam peningkatan bidang sosial, budaya, ekonomi, politik di berbagai sektor seperti sektor perdagangan, pariwisata, dan industri yang berpotensi mempercepat pertumbuhan ekonomi sebagai kawasan khusus serta dapat berdaya saing tinggi secara global yang didukung oleh infrastruktur daerah yang baik.

Pada tahun 2023, Batam mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,04 persen, tertinggi di Kepri, yang didorong oleh pembangunan infrastruktur dan investasi yang kuat. Batam dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta Free Trade Zone (FTZ) yang dimana menjadi kawasan kepabeanan atau pelaksanaan impor, ekspor yang memiliki izin bebas pungutan/pajak yang tujuannya ialah untuk meningkatkan kerjasama bersama investor asing serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Seiring perkembangan Batam yang sangat pesat bahkan pada saat krisis ekonomi yang melanda Indonesia saja tidak berdampak banyak terhadap pertumbuhan investasi di Kota Batam. Hal ini disebabkan oleh adanya kerjasama antara Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP Batam) dalam pengelolaannya, mereka berkolaborasi secara aktif untuk mendorong pembangunan dan mendukung pertumbuhan ekonomi agar terus meningkat.

Hal ini yang menjadikan Batam unggul hingga sekarang, jika dibandingkan dengan daerah kabupaten/kota di Kepulauan Riau, Batam memang berkembang sangat pesat daripada kabupaten/kota lainnya yang masih mengalami tantangan sehingga menimbulkan kesenjangan pembangunan.

Della Julianti. (Foto: dok.Pribadi)

Provinsi Kepulauan Riau ialah wilayah kepulauan yang memiliki wilayah dengan banyaknya pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan daripada wilayah daratan sehingga memiliki ciri-ciri geografis dan topografi yang berbeda setiap daerahnya.

Realita yang terjadi di Kabupaten/Kota Kepulauan Riau ialah walaupun sumber daya alam perairannya melimpah namun tetap saja masih banyak daerah yang tertinggal/miskin. Hal ini terjadi karena banyaknya faktor penghambat serta tantangan yang dihadapi oleh daerah itu sendiri.

Adanya hambatan seperti jarak tempuh antar pulau yang tidak dibarengi dengan sarana infrastruktur transportasi yang memadai sehingga terbatasnya akses produktivitas, keterbatasan pelayanan administrasi pemerintahan untuk menjangkau antar pulau, lebih banyak masyarakat daerah pesisir yang bermata pencaharian sebagai nelayan dengan menggunakan alat yang masih sangat tradisional sehingga potensi untuk mengembangkan sumber daya lautnya masih sangat terbatas, infrastruktur pembangunan yang masih minim seperti rumah sakit, sekolah, bahkan jalan yang tujuannya untuk menghubungkan konektivitas antar masyarakat pun masih sangat sulit.

Hambatan lainnya ialah kecilnya sumber pendanaan serta dana transfer dari pemerintah pusat yang diterima oleh Kepri membuat adanya pengelolaan yang terbatas ke daerah lain ditambah biaya transportasi yang tinggi antar pulau akibat faktor geografis tentu menjadi sebuah kesulitan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan tugas dengan maksimal.

Tantangan ini yang membuat kabupaten/kota lainnya menjadi tertinggal, sehingga terjadilah ketimpangan pembangunan, sosial, dan ekonomi antara Batam dengan kabupaten/kota lainnya.

Untuk mengimbangi ketimpangan yang ada, diperlukan adanya solusi yang tepat untuk mengatasi hal ini, seperti diperlukan insentif dana yang lebih besar melalui transfer dari pemerintah pusat kepada daerah untuk dapat menjangkau daerah terpencil dengan memperbaiki pelayanan administrasi publik. Kemudian memperbaiki sarana prasarana infrastruktur jalan yang lebih baik untuk meningkatkan konektivitas antar masyarakat dan peningkatan transportasi darat dan laut.

Memberikan pemberdayaan serta pelatihan kepada masyarakat pesisir untuk meningkatkan mata pencaharian serta memberikan pendanaan alat-alat yang lebih canggih untuk mengembangkan potensi sumber daya laut yang menjadi kekayaan di Kepulauan Riau.

Selain itu, perlu adanya upaya pemerintah daerah setempat dalam meningkatkan PAD yang tujuannya ialah untuk meningkatkan pembangunan yang lebih baik, dampak positif dari hal ini ialah adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat dari segi sosial, pendidikan dan ekonomi masyarakat yang ada di kabupaten/kota di Kepulauan Riau.

Jika ketimpangan ini terus dibiarkan maka Kabupaten/Kota selain Kota Batam di Kepulauan Riau akan selalu mengalami ketertinggalan, Potensi sumber daya alam kelautannya tidak akan berkembang serta kesejahteraan masyarakatnya tidak akan meningkat.

----------

Penulis adalah Mahasiswi Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :