CYL Community Hadirkan Ruang Baca Santai dan Terbuka di Tepi Laut Tanjungpinang
Coastal Youth Literacy Community (CYL Community), sebuah komunitas literasi yang lahir dari inisiatif pemuda pesisir Kepulauan Riau. (Foto: istimewa)
Tanjungpinang, Batamnews – Di tepi laut Tanjungpinang, setiap akhir pekan sore, suasana berbeda terasa. Sejumlah anak hingga orang tua tampak duduk santai, membuka lembar demi lembar buku yang tersedia gratis.
Aktivitas itu merupakan bagian dari program Baca Buku Gratis yang digagas Coastal Youth Literacy Community (CYL Community), sebuah komunitas literasi yang lahir dari inisiatif pemuda pesisir Kepulauan Riau.
Program ini rutin digelar setiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 16.00 WIB. Tepi Laut Tanjungpinang dipilih sebagai lokasi agar kegiatan membaca terasa lebih santai, terbuka, dan mudah dijangkau siapa saja. CYL Community membuka ruang bagi seluruh kalangan, tanpa sekat usia, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia.
Tak sekadar menyediakan buku bacaan, komunitas ini juga menghadirkan ruang diskusi. Pembaca diajak berbincang tentang isi buku, saling bertukar pandangan, dan melatih cara berpikir kritis. Dengan cara itu, membaca tidak berhenti pada aktivitas individual, tetapi menjadi pengalaman bersama yang memperluas wawasan.
CYL Community lahir dari keprihatinan para penggagasnya terhadap rendahnya minat baca di lingkungan sekitar. Minimnya ruang literasi yang inklusif dan mudah diakses menjadi alasan utama komunitas ini dibentuk.
Meski begitu, perjalanan mereka masih dihadapkan pada keterbatasan, terutama jumlah dan ragam buku bacaan yang sebagian besar berasal dari donasi relawan dan warga Tanjungpinang.
Co-Founder CYL Community, Sayed Fachry Pangestu, mengatakan komunitas ini berawal dari keresahan sederhana.
“Kegiatan ini berangkat dari keresahan pribadi kami yang minim membaca, begitu juga dengan lingkungan sekitar. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang santai dan nyaman yang tentunya terbuka untuk siapapun yang ingin merasa dekat dengan buku,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat memberi perhatian lebih terhadap komunitas literasi.
“Kami berharap ada dukungan, terutama terkait ketersediaan dan kelayakan buku yang memadai, agar kegiatan Baca Buku Gratis ini bisa terus berjalan dan berkembang,” kata Fachry.
Seiring meningkatnya antusiasme masyarakat, CYL Community optimistis dapat menjadi ruang belajar alternatif yang nyaman sekaligus memantik lahirnya gerakan literasi serupa.
Komentar Via Facebook :