Veronica Tan: Scale Up TKI dari 'Pembantu' ke Pilar Care Economy

Veronica Tan: Scale Up TKI dari

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan saat berada di Kota Batam.

Nurjali

Batam, Batamnews - Veronica Tan ingin mengubah nasib pekerja migran Indonesia. Ia tak ingin lagi melihat TKI hanya sekadar “pembantu” di luar negeri. Baginya, sudah waktunya mereka “naik kelas” — beralih dari pekerjaan domestik rendahan menuju sektor care economy dan hospitality yang lebih menjanjikan.

Sebagai Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica menyampaikan hal itu dalam kunjungan kerjanya ke Batam — salah satu pintu utama pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.

Ia melihat, banyak masalah yang dialami PMI berawal dari ketidaktahuan. Masyarakat sering tak paham prosedur, agen penyalur tak jelas sertifikasinya, hingga identitas pemberi kerja yang samar. Akibatnya, pekerja migran rentan menjadi korban perdagangan orang.

Baca juga: Kebakaran Kafe di Telok Blangah Heights, 80 Warga Dievakuasi dan 1 Dibawa ke RS

“Ujungnya, mereka sebenarnya hanya ingin cari peluang kerja. Tapi karena sistemnya tidak prosedural, perlindungan terhadap pekerja pun tidak ada,” ujarnya.

Kini, Kementerian PPPA bersama BP2MI dan polisi melalui Satgas TPPO berusaha membangun sistem yang transparan, dari hulu ke hilir.

Veronica juga punya visi strategis. Ia melihat peluang besar di negara maju yang populasinya menua, seperti Singapura. Mereka butuh tenaga di bidang perawatan dan hospitality. 

Tapi, kata dia, pekerja Indonesia harus disiapkan dengan baik — melalui peningkatan keterampilan, pemeriksaan kesehatan, hingga psikotes.

“Jadi bukan cuma domestic worker, tapi jadi scale up worker. Kita bisa masuk dalam care economy,” tegasnya.

Selain isu pekerja migran, Veronica menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Data SPHPN menunjukkan: satu dari empat perempuan dan satu dari dua anak pernah mengalami kekerasan. Faktor ekonomi, katanya, jadi pemicu utama. Saat ekonomi sulit, anak perempuan sering dinikahkan dini.

Baca juga: 55 Kendaraan Diamankan, Satlantas Polresta Barelang Razia Balap Liar di Simpang Glael

Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian PPPA berencana meluncurkan program “Kebun Komunitas” tahun depan. Program ini bertujuan membangun kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal.

“Kebun komunitas ini bisa mendukung ketahanan keluarga, bahkan dikaitkan dengan program makan bergizi gratis yang memanfaatkan potensi daerah,” ucapnya.

Dengan begitu, masyarakat tak perlu lagi mencari kerja ke luar negeri melalui jalur berisiko. Mereka bisa mandiri, di tanah sendiri.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :