Presiden AS Trump Hentikan Permanen Migrasi dari Negara Dunia Ketiga, Respons Penembakan Anggota Garda Nasional

Presiden AS Trump Hentikan Permanen Migrasi dari Negara Dunia Ketiga, Respons Penembakan Anggota Garda Nasional

Pengumuman trump disampaikan melalui media sosial.

Nurjali

Batam, Batamnews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan jeda migrasi tak terbatas dari semua negara "Dunia Ketiga" menyusul penembakan dan tewasnya seorang anggota Garda Nasional di Washington D.C. pada 26 November.

Penembak, yang diduga menargetkan pasukan AS di dekat Gedung Putih dalam serangan yang digambarkan "seperti penyergapan", telah diidentifikasi sebagai Rahmanullah Lakanwal (29), warga negara Afghanistan yang sedang mencari suaka di Amerika Serikat. 

Dua anggota Garda Nasional lainnya ditembak dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Baca juga: Popeye Rusia, Kirill Tereshin, Hadap Amputasi Kedua Lengan Akibat Suntik Synthol

Dalam postingan di Truth Social bertanggal 28 November, Trump mengumumkan bahwa ia akan "secara permanen menghentikan sementara migrasi dari semua Negara Dunia Ketiga untuk memungkinkan sistem AS pulih sepenuhnya". 

Dia mengkritik keras pemerintahan Biden atas apa yang disebutnya jutaan "penerimaan imigran ilegal", yang merujuk pada masuknya Lakanwal ke AS di bawah pemerintahan Biden pada tahun 2021.

Menurut CNN, Lakanwal dilaporkan memasuki negara itu di bawah program "Operation Allies Welcome" Biden selama ofensif Taliban, dan kemudian mengajukan suaka pada tahun 2024, yang disetujui oleh pemerintahan Trump pada tahun 2025. 

Dia dikatakan pernah bekerja dengan pemerintah AS, termasuk CIA, yang berkontribusi pada masuknya dia ke Amerika Serikat.

Dalam postingannya, Trump bersumpah untuk "mengusir siapa pun yang bukan aset bersih bagi Amerika Serikat" dan "mendeportasi setiap Warga Asing yang menjadi beban publik, risiko keamanan, atau tidak kompatibel dengan Peradaban Barat".

"Hanya MIGRASI BALIK (REVERSE MIGRATION) yang dapat menyembuhkan situasi ini sepenuhnya," tulisnya.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengumumkan pada 27 November bahwa pemerintahan saat ini sedang meninjau semua kasus suaka yang disetujui di bawah Biden.

Baca juga: Turis Perempuan asal China Meninggal di Hostel Bali, Diduga Terkait Keracunan Massal 20 Tamu

Pemrosesan semua permintaan imigrasi yang berkaitan dengan warga Afghanistan pada khususnya juga telah dihentikan untuk waktu yang tidak ditentukan, menurut Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS. 

Langkah ini menandai eskalsasi kebijakan imigrasi yang lebih ketat dari pemerintahan Trump.

Kebijakan baru ini diperkirakan akan memicu kontroversi dan tantangan hukum, mengingat cakupannya yang luas dan penggunaan terminologi "Dunia Ketiga" yang dianggap banyak pihak sudah ketinggalan zaman dan merendahkan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :