BPBD Kepri Imbau Waspada Cuaca Ekstrem 28-30 November, Disebabkan 2 Siklon Tropis
Ilustrasi
Tanjungpinang, Batamnews - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Kepri pada 28 hingga 30 November 2025.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul laporan dari BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam. Cuaca ekstrem ini dipicu oleh dua siklon tropis, yaitu "SENYAR" di Selat Malaka dan "KOTO" di Laut Cina Selatan.
Keberadaan kedua siklon ini membentuk pertemuan massa udara yang mendorong pembentukan awan hujan lebat di atas Kepri.
Baca juga: Waspada! Banjir ROB Berpotensi Melanda Kepri 4–13 Desember 2025
Menyikapi hal ini, BPBD Provinsi Kepri telah memerintahkan seluruh jajaran di tingkat kabupaten dan kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Ancaman yang perlu diantisipasi mencakup banjir, tanah longsor, angin kencang, serta gelombang tinggi, khususnya di perairan Natuna dan Anambas.
Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Hasbi, menegaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini sedang tidak stabil.
"Keberadaan siklon tropis di sekitar Kepri memperkuat pembentukan awan hujan dan berpotensi memicu angin kencang. Masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, dan pesisir, diharap tetap waspada," jelas Hasbi di Tanjungpinang, Sabtu, 29 November 2025.
Hasbi secara khusus menyoroti kewaspadaan bagi masyarakat pesisir dan para nelayan. "Bagi yang beraktivitas di laut, khususnya di Natuna dan Anambas, harap memperhatikan kondisi cuaca ekstrem ini. Jika tidak sangat mendesak, sebaiknya tunda dulu perjalanan melaut hingga kondisi membaik," pesannya.
Ia juga menyampaikan bahwa BPBD di daerah telah disiapkan untuk langkah penanganan darurat, termasuk kemungkinan menetapkan status siaga bencana jika diperlukan.
BPBD mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan:
- Hindari beraktivitas di bawah pohon besar atau di daerah lereng curam saat hujan lebat.
- Masyarakat pesisir mewaspadai potensi gelombang tinggi.
- Terus pantau informasi terbaru dari kanal resmi BPBD dan BMKG.
Baca juga: Sekda Batam: Kreativitas dan Inovasi adalah Kunci Daya Saing di Era Ini
Menutup pernyataannya, Hasbi mengingatkan, "Tetaplah tenang, tetapi jangan lengah. Jangan panik, tetapi harus siaga. Pastikan informasi yang Anda dapatkan berasal dari sumber resmi, dan segera laporkan ke pihak berwenang jika terjadi kejadian yang membahayakan."

Komentar Via Facebook :